Jokowi Kunjungi Malaysia dan Singapura, ini Seruan Migrant CARE

Pekerja migran Indonesia dianggap belum dilindungi secara maksimal. (Foto: Malaysia insider)
Pekerja migran Indonesia dianggap belum dilindungi secara maksimal. (Foto: Malaysia insider)

GenPI.co - Presiden Joko Widodo bertolak ke Malaysia dan Singapura dalam kunjungan kenegaraan hari ini, Kamis (8/8). Salah satu agenda yang dibawa adalah masalah perlindungan pekerja migran (TKI/TKW) Indonesia. .

Direktur Eksekutif Migrant CARE, Wahyu Susilo mendesak agar Presiden Jokowi berani meminta pemerintah Malaysia dan Singapura untuk berkomitmen serius dalam memberikan perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia. Terutama mereka yang menjadi korban perdagangan manusia. Selama ini mereka rentan dikriminalisasi sebagai pendatang tidak berdokumen.

“Selain itu, masalah klasik yang selalu menjadi ganjalan hubungan diplomasi Indonesia – Malaysia adalah penanganan pekerja migran tidak berdokumen,” ungkap Wahyu dalam siaran pers yang diterima GenPI.co.

Harus diakui hingga kini, lanjutnya Malaysia dan Singapura masih memiliki keengganan untuk memenuhi komitmen tersebut karena dianggap terlalu memberatkan negara penerima. Secara konkrit, desakan ini harus dituangkan dalam pembaruan Bilateral Agreement antara Indonesia-Malaysia dan Indonesia-Singapura pada ASEAN Consensus serta instrumen-instrumen perlindungan HAM dan buruh migran yang telah diratifikasi dan diadopsi kedua negara. 

Baca juga:

ADVERTISEMENT

Pesan Mbah Moen untuk Anaknya: Tetap Bersinergi dengan Ganjar

TMP Kalibata Penuh, Jokowi Minta Lebih Selektif Beri Tanda Jasa

Ini 3 Kuliner Kesukaan Jokowi di Solo, Netizen Wajib Coba!


Reporter : Hafid Arsyid

Redaktur : Paskalis Yuri Alfred

loading...

BERITA LAINNYA

Berita Tentang Musikpedia Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING