Indonesia Kecam Serangan yang Membakar Instalasi Minyak Aramco

Kebakaran terlihat dari kejauhan setelah serangan drone oleh kelompok Houthi Iran Yaman di fasilitas pengolahan minyak milik perusahaan Arab Saudi, Aramco, di Buqayq, Arab Saudi, Sabtu (14/9/2019). (Sumber foto: Antaranews/ Reuters)
Kebakaran terlihat dari kejauhan setelah serangan drone oleh kelompok Houthi Iran Yaman di fasilitas pengolahan minyak milik perusahaan Arab Saudi, Aramco, di Buqayq, Arab Saudi, Sabtu (14/9/2019). (Sumber foto: Antaranews/ Reuters)

GenPI.co — Indonesia mengecam serangan pesawat tanpa awak alias drone milik kelompok gerilyawan Al Houthi yang menyerang fasilitas minyak Aramco di Arab Saudi. Sikap ini dibuktikan melalui pernyataan dari Kementerian Luar Negeri.

"Indonesia mengecam serangan pesawat nirawak terhadap fasilitas minyak Aramco di Arab Saudi," demikian keterangan Kementerian Luar Negeri di laman resmi Kementerian Luar Negeri yang dikutip Senin dini hari (16/9).

Serangan itu memiliki dampak buruk yang membahayakan keamanan dan stabilitas kawasan serta berdampak negatif terhadap ekonomi global. Untuk itu, Indonesia menyerukan kembali dialog dan mendukung proses politik di Yaman, di bawah kepemimpinan PBB.

Sebelumnya, Kelompok gerilyawan Yaman yang bersekutu dengan Iran, Al-Houthi, pada Sabtu (14/9) menyerang dua instalasi minyak Arab Saudi, Aramco, termasuk instalasi terbesar pemrosesan minyak di dunia, hingga menyulut kebakaran.

Baca juga:

2 Instalasi Minyak Arab Saudi Terbakar Diserang Drone Al Houthi

Drone Serang Kilang Saudi, Netizen: Minyak Bisa Tembus USD100!


Pemerintah Arab Saudi menyatakan telah mengendalikan si jago merah, tanpa menjelaskan apakah produksi minyak ekspornya terpengaruh. Stasiun televisi negara menyatakan ekspor minyak berlanjut.


Redaktur : Maulin Nastria

RELATED NEWS