Kerusuhan 21-23 Mei, Jenderal Tito Diduga Melanggar HAM

Massa Aksi 22 Mei 2019 membakar bus milik polri (Foto: Jawapos)
Massa Aksi 22 Mei 2019 membakar bus milik polri (Foto: Jawapos)

GenPI.co - Sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Tito dinilai bertanggung jawab atas indikasi pelanggaran HAM yang dilakukan oleh anak buahnya pada saat menangani peristiwa kerusuhan yang menyebabkan sembilan orang meninggal dunia itu.

Maka dari itu, Lembaga Kajian dan Pemerhati Hukum Indonesia (LKPHI) mengkritik pengangkatan mantan Kapolri Tito Karnavian sebagai Menteri Dalam Negeri lantaran diduga terlibat dalam kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

"Dalam pelanggaran HAM yang terjadi pada 21, 22 hingga 23 Mei, kami menduga ada keterkaitan mantan Kapolri Tito Karnavian," ujar Direktur Eksekutif LKPHI Ismail Marasabessy di Jakarta, Selasa (29/10).

Ismail mengatakan dalam kajian yang dilakukan oleh LKPHI, ditemukan adanya dugaan keterlibatan Tito dalam pelanggaran HAM yang terjadi dalam peristiwa demonstrasi berujung rusuh pada 21-23 Mei 2019.

BACA JUGA: Apa Kabar Kerusuhan 21-23 Mei, Kapan Penembaknya Ditangkap?

Menurut Ismail, masuknya Tito dalam kabinet Indonesia Maju merupakan keputusan tidak tepat yang diambil oleh Presiden Joko Widodo.

ADVERTISEMENT

Adanya Catatan merah dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan kepolisian itu seharusnya menjadi pertimbangan utama untuk tidak memasukkan mantan Kapolda Metro Jaya tersebut dalam jajaran menteri.

"Dalam proses pengangkatan kabinet menteri harus melalui penyaringan termasuk dari segi hukum. Jangan sampai karena ada kedekatan emosional pernah berbakti kepada Presiden, Presiden angkat begitu saja menjadi menteri tanpa adanya kajian atau uji kelayakan yang mendalam," ucap dia.


Redaktur : Tommy Ardyan

loading...

BERITA LAINNYA

Berita Tentang Baca Buku Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING