Yandex Metrics

Pengamat: Kualitas Juru Bicara Presiden Buruk

Pengamat politik Emrus Sihombing. FOTO: Antara
Pengamat politik Emrus Sihombing. FOTO: Antara

GenPI.co - Pengamat politik Emrus Sihombing menilai komunikasi publik yang dilakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam setahun Kabinet Indonesia Maju belum maksimal. 

Menurutnya, masih banyak pandangan pejabat pemerintah yang tidak terkoordinasi dengan baik. 

BACA JUGA: Revolusi Akhlak Habib Rizieq Bikin Jantung Istana Bergetar

"Coba kita lihat ketika kita dihadapkan persoalan covid-19 dan menangani pulang kampung menjelang lebaran, banyak pandangan pejabat pemerintah yang satu dengan yang lain tidak terkoordinasi dengan baik," kata Emrus saat dihubungi GenPI.co, Selasa, (20/10). 

Melihat permasalahan tersebut, Direktur eksekutif Emrus Corner itu menyarankan sebaiknya Jokowi membentuk Unit Manajemen Komunikasi Pemerintah. Unit tersebut menangani komunikasi publik dan pemimpinnya langsung berada di bawah Presiden. 

loading...

"Orang komunikasi harus direct kepada pimpinan nomor satu, sehingga bisa membuat program, gagasan, atau tindakan komunikasi secara cepat, proaktif, dan antisipatif karena berkomunikasi langsung dengan Presiden," jelasnya. 

Nantinya, juru bicara Presiden menjadi bagian dari Unit Manajemen Komunikasi Pemerintah. Bila tidak, bisa terjadi distorsi informasi dari apa yang diinginkan Presiden. 

Menurut catatannya, beberapa juru bicara Presiden tidak mempunyai latar belakang komunikasi. Oleh karena itu, orang yang paling cocok berada di Unit Manajemen Komunikasi Pemerintah adalah seorang sarjana atau ilmuwan komunikasi. 


Reporter : Andi Ristanto

Redaktur : Cahaya

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Special Needs Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING