Yandex Metrics
GenPI.co App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Dewan Adat Papua Bersuara Lantang, Teriakannya Menggetarkan 

Ilustrasi. (Foto: Elements Envato)
Ilustrasi. (Foto: Elements Envato)

GenPI.co - Dewan Adat Papua merespon kasus rasisme yang diduga dilakukan ketua Projamin Ambrosius Nababan terhadap mantan komisioner HAM Natalius Pigai.

Tak main-main, organisasi itu mendesak agar pelaku dihukum berat. Dengan begitu, muncul efek jera agar tidak ada lagi kejadian yang sama di masa mendatang.

BACA JUGA: 20 Hari ke Depan, Ambroncius Jadi Tetangga Habib Rizieq

"Kami berharap dengan hukuman yang berat akan memberikan efek jera dan tidak ada lagi warga yang mengeluarkan postingan di media sosial berbau rasis," tegas Sekretaris II Dewan Adat Papua John Gobay di Jayapura, Rabu (27/1).

Lebih jauh John Gobay meminta aparat jangan hanya menjerat oknum pelaku tinakan rasis dengan UU ITE saja.

Undang Undang Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis juga harus digunakan dalam pemrosesan perkara seperti itu.

Pihaknya berharap pihak kepolisian memberikan tindakan hukum yang tegas dan terukur bagi oknum masyarakat yang terlibat kasus rasisme.

"Kejadian ini sudah terjadi berulang kali tidak hanya bagi Natalius Pigai, namun belum adanya upaya penegakan hukum yang adil," ujarnya.


BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Baca Buku Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING