Yandex Metrics
GenPI.co App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Pengamat Intelijen Buka Suara, Seret Nama Kapolri Listyo Sigit

 Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Foto: Antara.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Foto: Antara.

GenPI.co - Pengamat Intelijen dan Keamanan Stanislaus Riyanta buka suara terkait pembatasan peliputan media terhadap tindakan kekerasan kepolisian.

Baginya, isi surat telegram Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang sudah tersebar di seluruh Polda di masyarakat sebenarnya bagus.

BACA JUGA: Ferdinand Buka Suara Soal Jokowi ke Nikahan YouTuber, Ternyata...

"Isi bagus untuk mengurangi adegan kekerasan yang disiarkan," kata dia dalam pernyataannya kepada GenPI.co, Selasa (6/4/2021).

Seperti diketahui, sebelumnya dalam telegram bernomor ST/750/IV/HUM.3.4.5./2021 dan ditandatangani Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono itu, ada sebelas perintah kapolri.

Salah satu poinnya berisi, media dilarang menyiarkan upaya tindakan kepolisian yang menampilkan arogansi dan kekerasan, diimbau untuk menayangkan kegiatan polisi yang tegas namun humanis.

"Bagi teman-teman media bakal berkurang sumber pemberitaan," katanya.

Kendati demikian, menurutnya, aturan itu sebenarnya cukup bagus karena tidak ada tayangan kekerasan.


Share to LINE LINE Share to WhatsApp WhatsApp

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Komunitas Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING