Beragam Kesenian di Eksotika Bromo 2018

GenPI News
Sabtu, 30 Juni 2018 13:44
Nilai Artikel :

Kawasan Lautan Pasir Kasiah, Desa Jetak, Sukapura, Probolinggo, tampak begitu semarak. Bagaimana tidak, kawasan itu dipenuhi begitu banyak seniman dan penari yang tampil di gelaran Eksotika Bromo 2018. Dengan keindahan Gunung Bromo sebagai latarnya, gelaran yang digagas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Kecamatan Sukapura itu sukses memukau pengunjung.

Sejak siang, sekitar pukul 13.00 WIB, berbagai kesenian ditampilkan. Musik Kereta Daul Lanceng Senopati asal Pamekasan Madura menjadi pembuka rangkaian acara tersebut. Disusul penampilan tari Topeng Dongkrak Condro Budoyo asal Madiun.

Selanjutnya ada penampilan tari Topeng Hudoq Dayak asal Kalimantan Timur, Reog Ponorogo, Musik Bale Ganjur Probolinggo, dan ditutup Sendratari Kidung Tengger debgan konsep kolosal dari Komunitas Jatiswara.

Selain melibatkan ratusan seniman tari dari berbagai daerah, hadir pula artis multitalenta Olivia Zaliyanti. Artis ibu kota ini tampil membawakan puisi dengan tema Nyawiji. Tidak hanya Olivia, penyanyi jebolan ajang pencarian bakat The Voice Indonesia Pritta Kartika juga tampil membawakan Lagu Tanah Air.

Penampilan para seniman itu tentu saja disambut meriah oleh pengunjung. Gemuruh tepuk tangan membahana di setiap awal dan akhir penampilan. Penonton merasa senang, penampil semakin semangat menyuguhkan yang terbaik. 

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan Probolinggo, Sidik Widjanarko mengatakan, dari sisi peminat Eksotika Bromo 2018 sudah tersosialisasi. Menurut data dari panitia jumlah penontonnya naik empat kali lipat dari tahun lalu.

"Konsepnya sudah matang yang sekarang. Penontonnya tambah ramai. Hal itu karena promosi yang sudah dilakukan jauh-jauh hari," ujar Sidik usai gelaran Eksotika Bromo 2018 di lautan pasir Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur.

Sidik mengaku dengan adanya event seperti ini, akan menambah jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. "Jumlah kunjungan wisatawan nusantara ke Kabupaten Probolinggo tahun 2017 mencapai 750 ribu. Khusus yang ke Bromo mencapai 128 ribu. Sedangkan untuk wisatawan mancanegara mencapai 28 ribu. Untuk tahun 2018 kami prediksi bakal naik, untuk wisnus kami target 150 ribu dan wisman 50 ribu," ujarnya.

Sidik juga berharap Eksotika Bromo akan tetap masuk di Top 100 CoE Wonderful Indonesia.  "Kami terus berbenah mulai dari Infrastruktur dan Amenitas. Untuk homestay saat ini kami memiliki 250. Ditambah 17 hotel melati dan 3 hotel berbintang. Dengan jumlah kamarnya lebih dari 1.000 kamar," ujarnya.

Ketua Pelaksana Top 100 CoE Wonderful Indonesia Esthy Reko Astuti ikut sumringah. Ribuan wisman yang datang menyaksikan atraksi kesenian tradisonal ini menjadi bukti kesuksesan acara tersebut.

"Eksotika Bromo, itu menjadi atraksi tersendiri, sehingga membuat spending para wisman semakin lama. Yang biasanya 1-2 malam, saat ini menjadi 3-4 malam. Sekitar hampir 10 ribu wisatawan yang datang selama 3 hari. Data resminya masih menunggu dari TNBTS," ucap Esthy.


Editor : Paskalis Yuri Alfred P
Kontributor : Agus Purwanto




STAY CONNECTED

JOIN OUR INSTAGRAM #GENPI