Nagari Pangian Menuju Pariwisata

GenPI News
Selasa, 10 Juli 2018 15:02
Nilai Artikel :

Potensi besar dimiliki Nagari Pangian di Kecamatan Lintaubuo, Kabupaten Tanahdatar, Provinsi Sumatera . Dari potensi wisata air hingga perbukitan. Hanya saja, potensi nagari dengan jumlah penduduk empat ribuan orang tersebut masih belum tergarap dengan baik.

Pemerintah Nagari saat ini berusaha kembali membangun potensi pariwisata Pangian. Setidaknya potensi utama yang dimiliki yakni Ngalau Indah Pangian. Dahulu, Ngalau tersebut merupakan objek wisata yang ramai. Hanya saja,  bukit yang ada di depan mulut goa ngalau  longsor pada 2015 silam. Hal itu membiat membuat akses terputus total.

Kini, kondisi ngalau sendiri dalam masa perbaikan irigasi yang rusak akibat longsor. Diharapkan, dengan adanya bendungan baru tersebut nantinya dapat menjadikan daya tarik baru bagi pengunjung.

Wali Nagari Pangian Abdul Wazid mengungkapkan, pihak pemerintah nagari  bersama Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) tengah membahas hal ini. Potensi utama tersebut akan dikelola sebaik mungkin dengan konsep-konsep yang tengah dipersiapkan.

“Potensi kita sangat banyak, kita memiliki tiga batang air yang berada dikiri kanan nagari ini dan berpotensi untuk pariwisata. Kemudian juga ada perbukitan dan gunung dikiri kanan yang juga bisa dimanfaatkan,”sebut Abdul Wazid.

Abdul melanjutkan, dari sekian banyak potensi tersebut, Ngalau Indah Pangian merupakan potensi utama. “Batang Sinama yang terletak sebelah timur nagari juga dapat dimanfaatkan untuk wisata wahana air, mulai dari rafting dan tubing bisa di sana. Sementara itu perbukitan sebelah barat dapat dijadikan arena untuk wisata ekstrem seperti downhill dan sebagainya,” jelasnya.

Menurutnya, untuk saat ini pemerintahan nagari setempat tengah duduk bersama terutama dengan pemuda untuk memajukan pariwisata nagari yang ada di daerahnya. “BUMNag kita telah terbentuk dan sekrang tengah mempersiapkan rencana kerja dalam bidang pariwisata ini, semoga dalam waktu dekat semua keinginan kita dapat terwujud,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Tanahdatar Edi Susanto mengatakan, Pemda Tanahdatar dapat membantu nagari dalam membangun pariwisata.  Namun harus ada kesepakatan yang jelas dari pihak nagari yang menyatakan jika tanah ulayat telah diserahkan ke pemda.

“Jika tidak ada regulasi yang jelas, kita tidak bisa berbuat banyak. Makanya, nagari-nagari yang ada di Tanahdatar yang memiliki potensi pariwisata harus memiliki regulasi terutama soal surat menyurat terkait lahan,” sebut Edi.

Edi mengapresiasi pemerintah nagari yang bertekad memajukan pariwisata. “Apalagi saat ini kita tengah gencar-gencarnya dalam memajukan pariwisata. Dan Genpi Tanahdatar juga tengah giat-giatnya memboomingkan pariwisata Tanahdatar. Maka akan sangat bagus apabila nagari juga ingin maju dengan mandiri, kita siap dukung dan bantu nagari-nagari yang ingin memajukan pariwisata,” ujar Edi.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak-pihak nagari yang memiliki potensi terutama dalam bidang pariwisata. “Pada umumnya persoalan yang dihadapi nagari adalah soal tanah ulayat, namun semua itu dapat diselelsaikan apabila duduk bersama dan saling berkoordinasi dengan hitungan yang jelas,” terang Edi.

Untuk saat ini, terdapat 150 lebih objek wisata yang ada di Tanahdatar. Dari jumlah tersebut hanya Istano Basa Pagaruyung yang dikelola oleh Pemda, selebihnya dikelola oleh masing-masing nagari.


Editor : Paskalis Yuri Alfred P




STAY CONNECTED

JOIN OUR INSTAGRAM #GENPI