Gavin Kwan, Pesohor Sepakbola Pecinta Alam

GenPI News
Jumat, 13 Juli 2018 12:17
Nilai Artikel :

Eksotisme nuansa alam identik dengan Pesepakbola Gavin Kwan Adsit. Lahir dan besar di destinasi terbaik dunia, Gavin pun lekat dengan alam. Hobi dan destinasi impiannya semuanya identik alam dengan garis pantai sebagai spot terbaiknya. Membidik target besar di Asian Games 2018 dari lapangan hijau, Gavin pun menjadi paket lengkap favorit #PesonaAsianGames2018.

Melihat Gavin Kwan Adsit mengenakan jersey Merah atau Putih milik Timnas Indonesia mugkin hal biasa. Reputasi besar dan dedikasi sudah dibangunnya sejak usia belia. Bolak balik ke luar negeri untuk meningkatkan skill bermain sepakbola bahkan menjadi rutinas. Maklum saja, membangun pondasi kuat mengolah si kulit bundar menjadi targetnya. Demi performa dan karir cemerlang di lapangan hijau.

Menjadi talenta muda berkualitas, Gavin belia diberi tiket AC Milan Yunior Camp 2011 di Italia. Masih berusia 15 tahun, Gavin pun sukses bersaing dengan 10.000 rekan sebanyanya dari 10 kota di Indonesia. Lalu, setahun berikutnya sesi training camp bersama klub Italia Genoa dikuncinya. Durasi trialnya tiga bulan. Trial tersebut pun melengkapi agenda serupa bersama Tier II Manchester United pada 2009.

Sebelum bergabung dengan klub Liga 1 Mitra Kukar pada 2015, Gavin sempat berkostum Niendorver TSV U-19 (2014/15) dan CFR Cluj Reserves (2013). Setelah Mitra Kukar, di musim berikutnya Gavin pun memilih jersey Pelita Bandung Raya. Lalu, memilih klub Pusamania Borneo FC di musim 2016/17. Kini, Gavin telah berjersey Barito Putra selama 2 tahun dan kontraknya tersisa 1,5 tahun lagi.

“Saya memang suka alam khususnya pantai. Pantai dengan nuansanya yang bagus sangat pas untuk refresh. Saya lahir dan besar di Bali, bahkan belajar sepakbola di sana. Saya bersyukur karena peluang mengembangkan karir sepakbola terbuka. Saya sangat nyaman bersama Barito dan timnas,” ungkap Gavin, Jumat (13/7).

Bersama timnas, tantangan menunggu Gavin di Asian Games. Merah Putih berada di Grup A bersama Hong Kong, Laos, dan Taiwan. Lalu, posisi Barito Putra di klasemen Liga 1 juga kompetitip di posisi teratas. Dari 15 kali bermain, Barito mengumpulkan 27 point. Unggul 2 point atas PSM Makassar di strip kedua. Gavin menambahkan, tidak ada yang pasti dalam sepakbola karena peta bisa berubah.

“Untuk Asian Games dan Liga 1 yang terpenting fokus. Segala sesuatu masih bisa terjadi, apalagi dalam sepakbola modern seperti sekarang ini. Semua harus diwaspadai. Semua harus bekerja keras, agar peluang terbaik tidak lepas,” lanjutnya.

 Lahir di wilayah Kerobokan, Denpasar, Bali, pada 5 April 1996, Gavin merintis karir dari SSB Canggu. SSB ini hanya berjarak tidak lebih dari 2 kilometer dari tempat tinggalnya. Masih berada di Bali, Gavin juga sempat bergabung di klub Bali Bulldogs. Klub sepakbola ini mayoritas dihuni anak-anak keturunan Indonesia. Bersama Bali Bulldogs, Gavin sempat dimentori oleh eks pemain Liverpool Kenny Latham.

“SSB Canggu waktu itu cukup dekat dari tempat tinggal. Tapi, Kerobokan saat ini beda dengan dahulu. Sekarang Kerobokan ramai oleh wisman. Makanya kalau ke sana hanya bernostalgia saja,” jelas Gavin lagi.

Terlepas dari rutinitasnya di lapangan hijau, Gavin memiliki hobi surfing. Aktivitas ini kerap dilakukan kala mengunjungi Bali. Sebab, Pulau Dewata memiliki banyak spot terbaik untuk surfing. Selain di Bali, Gavin juga menunjuk Lombok, Nusa Tenggara Barat, sebagai destinasi favoritnya. Spotnya berada di Pantai Kuta, Lombok. Gavin menerangkan, Lombok mengingatkan akan masa kecilnya di Bali dahulu.

“Bali sekarang ramai, makanya kalau libur panjang suka ke Lombok bersama keluarga. Lombok dengan Pantai Kutanya ini seperti Bali pada 20 tahun silam. Lombok masih sangat natural. Pantainya juga indah dan ideal untuk surfing. Saya memang suka surfing, Bali dan Lombok adalah spot favorit surfing,” kata Gavin.

Menikmati suasana pantai, Gavin pun berhasrat untuk berlibut di Labuan Bajo dan Raja Ampat. Sebab, dua destinasi tersebut terkenal dengan eksotisme wisata baharinya. Agenda besar disusunnya. Gavin pun berniat liburan ke Labuan Bajo dan Raja Ampat pada Desember nanti. Sudah jadi rahasia umum, bila Labuan Bajo merupakan destinasi liburan terbaik para pesepakbola.

Belum lama ini, Labuan Bajo dikunjungi pilar klub Real Madrid Marcos Llorente. Llorente pun datang dengan kekasihnya Patricia Noarbe. Hampir bersamaan, super star klub Bundes Liga Bayern Muenchen Arjen Robben juga berkunjung ke sana. Berkunjung 13-15 Juni, Robben membawa keluarganya. Lalu, pada 2015 bintang Manchester United Chris Smalling juga ke Labuan Bajo dan Pulau Komodo.

“Karena belum pernah ke sana, saya ada rencana mau ke Labuan Bajo. Mungkin di akhir tahun. Sebab, harus menunggu libur kompetisi. Labuan Bajo katanya pantainya bagus. Di sana juga bisa surfing. Dan, saya juga ingin pula ke Raja Ampat. Mungkin tahun ini bisa direalisasikan semuanya,” terangnya.

Peluang Gavin menuju Labuan Bajo atau Raja Ampat akan terbuka semakin lebar. Sempat berada di urutan enam, Gavin kini berada di strip empat chart atlet favorit #PesonaAsianGames2018. Dan, posisi terbaik program ini akan berlibur diantaranya di Labuan Bajo atau Raja Ampat dengan beragam fasilitas yang ditawarkannya. Yuk, berikan dukungan buat Gavin di https://www.genpi.co/vote/asiangames.

“Rekan-rekan semua, dukung Gavin ya. Votenya melalui https://www.genpi.co/vote/asiangames, terima kasih banyak,” pungkasnya.


Editor : Paskalis Yuri Alfred P
Kontributor : wahyu argianto




STAY CONNECTED

JOIN OUR INSTAGRAM #GENPI