Bule ini Bawa Satu Truk Bantuan untuk Korban Gempa

GenPI News
Kamis, 09 Agustus 2018 19:31
Nilai Artikel :

Kamis (9/8) ini seyogyanya hari hari terakhir tim GenPI.co meliput langsung suasana pasca gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Di tengah perjalanan menuju ke Mataram untuk mengejar pesawat esok hari, tim yang terdiri dari reporter Milyawati dan kamerawan Zikri itu tiba-tiba balik arah. Sebuah mobil pick up dan truk  yang melaju ke arah Lombok menggugah insting jurnalisme mereka.

Penumpang dua kendaraan tersebut rupanya relawan asal Perancis dan Spanyol. Mereka membawa bantuan untuk korban terdampak gempa ke Kayangan yang terletak di kaki Gunung Rinjani. Sebelum tiba di Kayangan, mereka berhentti sabentar di sebuah posko pengungsi yang di Desa Boyotan. Beberapa barang yang jadi kebutuhan pengungsi diturunkan dari truk.

Perjalanan pun dilanjutkan ke Kayangan. Mobil tim GenPI.co terus mengekor dari belakang. Tiba di sana, muatan truk pun dibongkar seluruhnya. Isinya macam-macam. Ada sembako, peralatan mandi, tikar, selimut, senter, serta peralatan masak.

Para relawan bule ini rupanya mengerti bagaimana menyemangati pengungsi yang kesusahan. Caranya adalah dengan menyenangkan hati anak-anak mereka. Pasalnya, mereka juga membawa banyak buku gambar. Ada juga balon beraneka warna. Semuanya itu tentu saja disambut dengan senyum sumringah dari bibir mungil anak para pengungsi.

Andreas, salah seorang relawan berkenan ditanyai. Ia mengatakan, dana bantuan tersebut didapakan dari komunitas pengusaha di Lombok. Namanya South Lombok Community Association. Ia juga mengatakan bantuan tersebut dibawa langsung dari Kuta Mandalika.

"Sebenarnya kami datang bertujuh. Tapi tiga teman saya yang lain takut karena gempa tadi. Mereka turun di jalan. Kami tetap jalan berikan bantuan,” ujar Andreas yang berkewarganegaraan Prancis itu.

Andreas mengaku senang bisa membantu masyarakat yang sedang dilanda musibah. Bersama teman-teman, ia berjanji akan membantu sebisanya. “Besok kami akan memberikan bantuan lagi ke daerah lain yang membutuhkan," imbuhnya.


Editor : Paskalis Yuri Alfred P
Reporter : Milyawati




STAY CONNECTED

JOIN OUR INSTAGRAM #GENPI