Sudah 17 Negara Keluarkan Travel Advice ke Lombok

GenPI News
Jumat, 10 Agustus 2018 08:53
Nilai Artikel :

Jumlah negara yang mengeluarkan travel advice ke Lombok, Indonesia bertambah dua. Jika Rabu 8 Agustus 2018 ada 15 negara yang sudah menerbitkan travel advice, Kamis 9 Agustus 2018 menjadi 17 negara.

Dua negara terbaru itu adalah Italia dan Bahrain. Sedang ke-15 negara yang sudab menurunkan himbauan buat warganya itu adalah Prancis, New Zealand, UK, Cyprus, Luxembourg, Belgia, Jerman, Canada, Tiongkok, Australia, USA, Singapore, Malaysia, Brasil dan Swiss.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan travel advice berdampak besar.  Ketika pemerintah sudah mengeluarkan Travel Advice, itu menjadi dasar, kalau terjadi risiko apapun jika dilanggar, asuransi tidak akan menanggung biaya dan semua fasilitasnya tidak berlaku. "Nah, rata-rata itu menjadi pengganjal seseorang untuk melakukan perjalanan wisata ke sebuah negara,” ungkapnya

Menpar pernah punya pengalaman pahit saat Gunung Agung Bali aktif, sekitar 27 September 2017. Puluhan negara juga mengeluarkan Travel Advice. Salah satunya Tiongkok. “Impact nya 1 juta wisman batal ke Bali, karena di akhir tahun, saat panen nya industri pariwisata di Bali,” kata Arief Yahya.

Sampai awal Januari 2018, Tiongkok masih travel advice, dan wisman dari Negeri Tirai Bambu itu nyaris 0. Sama sekali stop, sampai Travel Advice itu di cabut. “Saya harus melobi pemerintah China, lobi ke sekitar 400 pelaku Industri di sana, saya harus yakinkan semua, bahwa Bali aman,” ceritanya.

Baru menjelang Imlek 2018, “advice” itu dicabut. Dampak langsungnya sangat signifikan. Lombok ada gempa susulan, sebesar 6,2 SR, setelah 5 Agustus 2018 lalu sampai 7.0 SR.

Menpar Arief Yahya, menjelaskan bahwa dampak langsungnya kali ini cukup besar. “Saya membuat hitungan sementara agar kita punya gambaran, tentang potensial kehilangan wismannya sekitar 100.000 an wisman,” kata Arief Yahya.

Cara menghitungnya? “Perbandingan jumlah wisman Bali dan Lombok itu 5:1, jika di Bali setahun dibulatkan 5 juta, di Lombok 1 juta. Lalu masa bencana di Bali lebih lama, dibandingkan Lombok, perbandingan 2:1. Maka jika di Bali 2017 lalu berdampak 1 juta kunjungan, di Lombok 1:10 nya, atau 10% nya, 100 ribuan,” jelas Menpar asli Banyuwangi yang akrab dipanggil Yoyok ini.

Dampak ekonomisnya? Juga sangat besar di Lombok, asumsinya 1 Wisman USD 1.000 per kunjungan saja, sudah USD 100 juta. “Itu baru wisman, belum
wisnus yang spendingnya sekitar Rp 850.000 per kunjungan?” kata alumni ITB Bandung, Surrey University UK dan Doktor Strategic Management Unpad Bandung ini.


“Semoga proses recovery kita lebih cepat, sehingga negara-negara itu segera mencabut travel advice nya,” harap Arief Yahya, yang meminta kepada TNI dan Polri membantu pengamanan di destinasi wisata dan msyarakat.


Editor : Paskalis Yuri Alfred P
Kontributor : Cholis Faizi




STAY CONNECTED

JOIN OUR INSTAGRAM #GENPI