Destinasi Pariwisata Garut Siap Sambut Api Asian Games 2018

GenPI News
Jumat, 10 Agustus 2018 18:35
Nilai Artikel :

Api  Asian Games 2018 diperkirakan akan tiba di Kabupaten Garut pada Minggu (12/8).  DI tempat itu, rencananya api akan di kirab sejauh 13 kilometer. Rutenya Jalan Raya Kadungora - Jalan Raya Leles - Jalan Otista - Jalan Cimanuk - Jalan, dan berakhir di Babancong. Dalam kirab ini, lima mantan atlet nasional akan dilibatkan untuk membawa lari estafet obor seberat 2,5 kilogram.

Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap Garut memaksimalkan potensi destinasinya saat api Asian Games tiba. Sebab, Garut memiliki pemandangan yang indah, alam yang memesona dan masyarakat yang ramah. Hal tersebut merupakan salah satu modal besar untuk membangun pariwisata.

"Garut itu ada amenitas yang bisa berpindah-pindah. Contohnya saja seperti karavan, kemah, rumah telur. Itu semua termasuk amenitas yang bisa dipindah-pindah dan cocok untuk Garut, dengan pemandangannya yang indah," katanya.

Berikut 10 destinasi yang bisa di kunjungi ketika menyaksikan pawai Obor Asian Games 2018 di Garut.

Kebun mawar Situhapa

Kebun mawar Situhapa bukan sekadar penginapan biasa, tapi juga spot yang asyik untuk berwisata di taman yang menyenangkan.

Panorama alam yang indah menjadi andalan Kebun Mawar Situhapa. Dari sini, Kam tak hanya bisa melihat taman mawar yang indah, yang jenisnya berjumlah lebih dari 500, tapi juga bunga lain dengan warna yang tak kalah indah.

Gunung Guntur

Dari ketinggian 2.249 mdpl, dipastikan Kamu bisa menikmati lanskap alam yang begitu indah dan memukau. Atau, jika berniat bermalam di puncak, panorama lampu kota akan menjadi suguhan menarik yang bisa kamu dapatkan.

Dengan jalur pendakian yang cukup merepotkan dan harus melalui tiga pos pendakian. Bisa berada di puncaknya tentu adalah sebuah prestasi tersendiri. Bonusnya adalah pemandangan istimewa deretan gunung di Jawa Barat, mulai dari Ciremai hingga Cikuray.

Gunung Papandayan

Apa jadinya hutan tanpa dedaunan? Hasilnya adalah tempat berswafoto yang Instagenik.

Hutan mati ini menjadi saksi nyata kedigdayaan Gunung Papandayan yang meletus pada tahun 2002. Pepohonan di sana mati terbakar karena awan dan abu panas yang menyelimuti lereng gunung tersebut.

Kawasan Hutan Mati menyajikan pemandangan pohon-pohon yang kering tanpa daun dan beberapa pohon bahkan sudah terlihat menghitam. Meskipun terkesan agak suram dan sedikit berkabut namun dibalik itu, Hutan Mati memiliki daya tarik tersendiri. Pesona kesuraman pohon-pohon kering berpadu dengan hamparan tanah putih ini menjadi pemandangan yang indah.

Batu Tumpang

Bagi penghobi wall climbing, Batu Tumpang adalah salah satu spot di Garut yang harus ditaklukkan.

Tebing alam dengan ketinggian kurang lebih 150 meter ini menawarkan tantangan tersendiri. Tebing terjal tersebut juga ‘mengundang’ siapa pun untuk menaklukkan ketinggiannya dengan merayap di lerengnya.

Bonusnya adalah ketika sampai di puncak. kamu bisa menyaksikan bukit-bukit perkebunan teh yang berada di sekeliling tebing, juga pepohonan pinus di kejauhan.

Gunung Piramida Sadahurip

Gunung Sadahurip memiliki misterinya sendiri. Misteri yang dimaksud tentunya adalah apakah benar ada piramida dan harta karun tersembunyi di bawah gunung tersebut. Bayangkan kalau benar-benar ada, maka dipastikan ini adalah piramida terbesar di dunia!

Terlepas dari itu, Gunung Sadahurip memiliki keunikannya sendiri. Bukan hanya karena bentuknya, yang nyaris simetris berbentuk piramida di Mesir, tapi juga apa yang ada di lerengnya, yang dijadikan lahan pertanian dan perkebunan oleh penduduk setempat.

Pemandian Air Panas Sukasono

Garut merupakan gudangnya sumber mata air panas. Namun yang satu ini benar-benar unik dan berbeda.

Berada di tengah-tengah sawah, Pemandian Sukasono  tiga buah kolam: dua buah kolam renang dan satu buah kolam ikan yang besar. Untuk dewasa, kedalaman kolamnya sekitar 1- 1,5 m. Sedangkan kolam untuk anak kecil, kedalamannya hanya kurang dari setengah meter saja.

Sembari berenang dan berendam menghangatkan tubuh di sini, Anda akan disuguhkan kemegahan Gunung Papandayan dari kejauhan serta jajaran pepohonan hijau nan asri.

Pantai Santolo

Pantai ini merupakan pantai berpasir putih yang memiliki garis pantai yang cukup panjang. Di pantai ini terdapat sebuah pulau kecil yang namanya sama dengan nama pantai, Sontolo.

Di ujung timur pantai ini ada sebuah muara dari sungai Cilauteureun. Ada sebuah fenomena unik yang terjadi di muara ini saat air laut sedang pasang. Air yang berasal dari pantai akan mengalir ke muara tersebut. Bukan malah sebaliknya. Lokasi pantai ini berada di Kecamatan Cikelet.

Pantai Taman Manalusu

Pantai ini memang tidak memiliki pasir putih seperti Pantai Santolo. Namun, suasana hening dan natural yang ada di pantai ini akan membuat kita kerasan.

Curug Orok

Ada sebuah air terjun indah di desa Cikandang, kecamatan Cikajang. Namanya adalah Curug Orok. Curug ini terdiri dari sebuah curug utama yang memiliki tinggi sekitar 45 meter serta beberapa curug yang berukuran lebih kecil. Ada sebuah cerita sedih di balik keindahan curug ini.

Menurut cerita masyarakat setempat, ada seorang ibu muda yang membuang bayinya dari ketinggian air terjun ini. Peristiwa tersebut terjadi sekitar tahun 1968. Itulah sebabnya air terjun ini dinamakan Curug Orok. Lokasi air terjun ini berada di kaki Gunung Papandayan pada ketinggian sekitar 250 mdpl.

Perkebunan Teh Dayeuh Manggung

Tempat bernuansa alam yang juga bisa memberikan rasa tenang adalah Perkebunen Teh Dayeuh Manggung. Sebagaimana perkebunan teh pada umumnya, di tempat ini kamu akan disuguhi oleh pemandangan hijau yang begitu menawan. Sepanjang mata memandang, hanya hijau yang ada.

Pemandangan seperti ini selalu bisa memberikan ketenangan di mata dan di hati. Sedangkan bagi penggemar fotografi, tempat semacam ini adalah objek foto yang sayang untuk dilewatkan.


Editor : Paskalis Yuri Alfred P




STAY CONNECTED

JOIN OUR INSTAGRAM #GENPI