Saudara Muda Pasar Tahura Akan Lahir Hari Minggu

GenPI LAMPUNG
Jumat, 04 Mei 2018 10:38
Nilai Artikel :

Mas Bro dan Mbak Bro, ada informasi keren nih dari GenPI Lampung. Generasi peduli pariwisata di propinsi di ujung Selatan Pulau Sumatera itu akan melahirkan satu destinasi digital baru. Pasar 1000 Batoe namanya. Peluncurannya di hari Minggu (6/5) ini.

Pasar 1000 Batoe adalah ‘saudara muda’ Pasar Tahura yang lebih dahulu hadir sebelumnya. Jika Pasar Tahura bertempat Tahura Wan Abdul Rachman, Desa Hurun, Kabupaten Pesawaran, Pasar baru ini akan berlokasi di depan Penangkaran Rusa Kota Bandar Lampung. tempatnya dijamin kece dan instargamable banget.

“Minggu (06/5), akan launching Pasar 1000 Batoe. Konsepnya adalah pasar digital terbuka, yakni pasar tradisional yang “Instagramble” di alam terbuka,” ujar Dito Dwi Novrizal, Ketua GenPi Lampung, Kamis (03/5).

Pemuda yang akrab disapa Dito ini mengungkapan, Pasar 1000 Batoe ini adalah kolaborasi apik GenPI Lampung dengan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, dan masyarakat lokal setempat.  untuk sebuah kerja nyata dalam pariwisata. Salah satu alasan utamanya adalah  untuk meramaikan kembali wilayah Sumber Agung.

“Pasar 1000 Batoe ini yang dulunya hutan dan sangat sepi, kini akan diubah menjadi sebuah destinasi digital. Disini akan ada Taman Kelinci, Taman Organik, Kerajinan Tangan, dan Taman Edukasi. Lokasi Pasar 1000 Batoe ini juga menarik. Tempatnya sejuk, banyak tumbuhan dan pepohonan. Satu hal lagi, posisinya dekat dengan wilayah Kota Bandar Lampung," Dito memaparkan.

Jurangan Pasar Rizki Ewok menambahkan, Pasar 1000 Batoe juga mengikuti pakem pasar digital yang sudah ada. Transaksi pembayarannya non tunai. Alat tukarnya menggunakan potongan kayu yang ditempelkan sticker khusus.  Nilainya  Rp 2500, Rp 5000, Rp 10000.

"Nantinya, pengunjung harus tukar uang tunai dengan uang Pasar 1000 Batoe di Bank Pasar. Sebab, itu akan berlaku saat jajan pada pembayaran di obyek wisata," tambah Rizki.

Pasar 1000 Batoe menyediakan beragam macam kuliner khas. Akan 10 stan kuliner yang menjajakan berbagai jenis kudapan dan kuliner khas yang dijamin menggugah selera pengunjung. Ditambahkan Rizki, kesepuluh stan kuliner itu nantinya menjual kuliner yang mewakili etnis Lampung, Jawa, Palembang, dan masih banyak lagi.

“Semua bisa mencicipi kuliner yang sudah jarang dijumpai sambil berselfie ria. Tentunya keberadaan pasar ini juga bekerja sama dengan beberapa stakeholder,” tutup Rizki Ewok.


Editor : Paskalis Yuri Alfred P
Kontributor : Fajrin Herris




STAY CONNECTED

JOIN OUR INSTAGRAM #GENPI