FMB9 Diskusi Seputar Asian Games

GenPI News
Minggu, 13 Mei 2018 11:56
Nilai Artikel :

Kemeriahan Parade Asian Games baru saja berlalu. Namun masih ada satu agenda lain yang dilaksanakan hari Minggu (13/5) ini. Kegiatan itu adalah diskusi Media FMB9 (Forum meedeka Barat).

Diskusi FMB9 ini masih bicara seputar Asian Games 2018. Tema yang diangkat adalah Menghitung Dampak Ekonomi Asian Games 2018. FMB9 ini menghadirkan empat narasumber utama.  Ada Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, dan Ketua Pelaksana INASGOC Asian Games 2018, Erick Thohir.

Diselenggarakan di Ruang Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika, diskusi ini memuat lima hal yang disampaikan oleh Menpar Arief Yahya. Hal-hal tersebut adalah  Performansi Pariwisata Indonesia, Indonesia Indeks Daya Saing Pariwisata Indonesia, dan Strategi Peningkatan Kinerja Sektor Pariwisata. Selain itu, Menpar juga akan membahas mengenai Strategi Promosi Pariwisata dalam rangka mendukung Asian Games 2018, dan Dampak Asian Games terhadap Sektor Pariwisata

“Indonesia merupakan salah satu dari 20 negara dengan pertumbuhan paling cepat di sektor pariwisata, menurut media kenamaan Inggris, The Telegraph,” ujar Menpar mengawali paparannya. Bahkan, lanjutnya, pertumbuhan Indonesia di sepanjang tahun 2017 sebesar 22%, angka tersebut 3x lebih besar dari pertumbuhan regional dan juga global. #AsianGames2018 #FMB9

Yang membanggakan, tahun 2018 ini Wonderful Indonesia telah menerima 23 penghargaan dari 4 negara. Selain itu, per tanggal 8 Maret 2018, Taman Nasional Bali Barat mendapat pengakuan sebagai 2nd Best of Asia Pacific for Green Destination dalam ajang ITB Berlin 2018.

Untuk diketahui, Taman Nasional Bali Barat ini merupakan pilot project Kementerian Pariwisata dalam rangka pengembangan ekowisata nasional. Wonderful Indonesia juga dinobatkan sebagai Brand of The Year Indonesia tahun 2018 yang diselenggarakan oleh MarkPlus dan Philip Kotler Center. #AsianGames2018 #FMB9

Di kesempatan yang sama, Menpar menjelaskan bahwa saat ini country branding Indonesia berada pada peringkat 47 dengan total point 79,1. “Sejak tahun 2008 hingga tahun 2017, performansi Indonesia dalam TTCI tumbuh secara positif, hal ini dibuktikan dengan indeks daya saing pariwisatanya yang melejit 8 peringkat,” ujarnya.

Tahun 2015, indeks daya saing pariwisata Indonesia berada di peringkat 50, kemudian menanjak di peringkat 42 sesuai informasi yang dikeluarkan secara resmi oleh World Economic Forum (WEF) pada tahun 2017.

Menurut Menpar ada beberapa strategi yang diterapkan guna meningkatkan kinerja sektor pariwisata, diantaranya melalui penerapan deregulasi. “Deregulasi yang dimaksud antara lain Kebijakan bebas visa kunjungan bagi wisatawan mancanegara dari 169 negara.  Selain itu masih ada deregulasi lain seperti penghapusan ketentuan Clearence Approval for Indonesia Teritory, serta pencabutan Cabotage Cruise untuk meningkatkan kunjungan kapal pesiar,” papar Menpar Arief Yahya.

Menpar menambahkan Pengembangan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas atau yang lebih dikenal dengan 10 Bali Baru juga merupakan salah satu strategi pengembangan pariwisata Indonesia. “10 Destinasi Bali Baru tersebut antara lain Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Borobudur, dan Kepulauan Seribu . Juga Bromo Tengger Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi dan Morotai.

“Empat  diantara 10 Destinasi Bali Baru tersebut masuk dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), seperti Tanjung Lesung, Tanjung Kelayang, Mandalika dan Morotai,” Imbuh Menpar.


Editor : Paskalis Yuri Alfred P




STAY CONNECTED

JOIN OUR INSTAGRAM #GENPI