Branding Asian Games Via Film Pendek

GenPI News
Minggu, 13 Mei 2018 19:33
Nilai Artikel :

Berbagai pola promosi dikembangkan Asian Games 2018. Kini promosi multievent itu akan dilakukan dengan menggunakan film pendek. Ada beberapa tema yang sudah disiapkan untuk menaikan menaikan hegemoni Asian Games 2018.

“Branding Asian Games dilakukan dengan menggunakan berbagai media. Salah satunya film pendek ini. Selain untuk promosi, film ini sekaligus mengakomodir kreativitas generasi muda,” ungkap Direktur Broadcasting INASGOC Linda Wahyudi.

INASGOC sudah mengantongi 12 film pendek terbaik hasil lomba Vignette Competition. Film-film itu merupakan hasil karya mahasiswa Indonesia. Proses panjang seleksi juga sudah dilewati ke-12 film-film pendek tersebut. Sebab, INASGOC sebelumnya kebanjiran 56 film pendek peserta Vignette Competition. Dari jumlah tersebut lalu terpilih 24 judul sebelum akhirnya dikurasi lagi menjadi 12 film pendek.

“Setelah melalui proses penjurian, saat ini sudah ada 12 film. Kami tentu gembira karena respon publik besar terhadap kompetisi ini sangat besar,” terang Linda.

Dari 12 film pendek tersebut, dominasi dilakukan Kampus Multimedia Nusantara. Total ada 6 judul film yang dipilih INASGOC. Judul adalah Metanoia, Furamingo, Bambam, Whyphy, Fixit, hingga Yin Yang. Film pendek karya Stikom Interstudi meloloskan dua judul, yaitu Scala dan River. Serupa dua judul film Skyline dan Iseng Iseng karya mahasiswa Binus. Lalu, Universitas Indonesia diwakili film Bilcca.

Dari total 12 film pendek itu, akhirnya Iseng Iseng karya mahasiswa Binus dinobatkan sebagai juaranya. Film Iseng Iseng ini terinspirasi oleh semangat Asian Games 1962 yang diaplikasikan dalam multievent tahun ini. Sukses menjadi juara, mereka berhak belajar cinematografi di National Film and Television School, London, Inggris. Mereka juga terlibat dalam tim broadcasting Asian Games, selain tiket gratis.

“Secara keseluruhan karya-karya yang masuk itu bagus. Mereka sangat kreatif dalam membangun ide dan teknisnya. Tapi, akhirnya harus dipilih satu dari 12 film pendek tersebut. Tim juri pun memilih film Iseng Iseng sebagai pemenangnya. lalu, mereka berhak atas berbagai fasilitas menarik,” ujarnya lagi.

Menggelar kompetisi sejak 6 bulan silam, sineas muda ini harus mengikuti berbagai ketentuan. Apalagi, INASGOC sudah menetapkan 4 tema film pendek. Tema dasar fil pendek itu yaitu, Unity in Diversity, Preparing for Triumph, The World is Watching, hingga Energy of Asia. Tema-tema itu memiliki konten yang berbeda-beda. Tema Unity in Diversity menjadi representasi riil wajah Indonesia.

Untuk Unity in Diversity, para peserta harus mengeksplore keberagaman dan keindahan Indonesia. Para peserta harus memiliki lokasi shooting terbaik. Mereka bisa mengeksplore tradisi, sejarah, music, hingga alam nusantara. Tema Preparing for Triumph bercerita tentang fungsi olahraga sebagai alat pemersatu seluruh umat manusia. “Tema-tema film yang diikutkan kompetisi sangat beragam dan bagus,” katanya.

Untuk tema The World is Watching, peserta harus mengupas multievent yang akan menyedot perhatian dunia. Lalu, tema film Energy of Asia bercerita multievent yang jadi pesta masyarakat lokal. Direkur Proyek International Games Broadcasting Services (IGBS) Mike Wilmot mengatakan, film dari Vignette Competition akan ditayangkan ke seluruh dunia.

“Vignette Competition ini sebenarnya besar. Sebab, film yang dihasilkan akan ditayangkan ke seluruh dunia. Dan, film ini tetap tayang di Indonesia dan Asia. Vignette Competition ini juga menjadi moment yang penting bagi para cineas muda ini,” tutur Mike.


Editor : Paskalis Yuri Alfred P
Kontributor : wahyu argianto




STAY CONNECTED

JOIN OUR INSTAGRAM #GENPI