Dispar Pemkot Pekanbaru Gelar Wisata Religi

 Komplek Makam Marhum Pekan merupakan salah satu kawasan wisata sejarah lokasinya berada di kecamatan Senapelan, tepatnya bersebelahan dengan Masjid Raya Nur Alam (Foto: Heru/GenPI.co)
Komplek Makam Marhum Pekan merupakan salah satu kawasan wisata sejarah lokasinya berada di kecamatan Senapelan, tepatnya bersebelahan dengan Masjid Raya Nur Alam (Foto: Heru/GenPI.co)

GenPI.co – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Kota Pekanbaru menggelar wisata religi. Salah satu kegiatannya adalah ziarah makam pendiri kota Pekanbaru (Marhum Pekan). Acaranya dimulai sejak siang pukul 13.30 WIB di halaman Masjid Raya Nur Alam Senapelan Pekanbaru, Minggu (5/5).

Komplek Makam Marhum Pekan merupakan salah satu kawasan wisata sejarah lokasinya berada di kecamatan Senapelan, tepatnya bersebelahan dengan Masjid Raya Nur Alam. Pada tahun 2010, melalui UU No.11 tahun 2010, komplek pemakaman ini ditetapkan sebagai salah satu bangunan cagar budaya yang harus dilindungi keberadaannya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru, Nurfaisal mengatakan acara dimulai dengan ziarah makam Marhum Bukit, berzikir dan berdoa. Pada penyelenggaraan tahun ini juga akan ada pembacaan sejarah Marhum Bukit dan Kota Pekanbaru oleh perwakilan Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau.

“Setelah salat Ashar tamu-tamu undangan seperti Wakil Gubernur Riau, Wakil Wali Kota Pekanbaru, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat dan jajaran ASN pemko Pekanbaru, turun ke tepian sungai Siak untuk melaksanakan proses mandi balimau oleh tokoh-tokoh tersebut diawali pemukulan berdug, dilanjutkan menyiramkan air balimau ke 20 anak yatim sekaligus memberikan santunan dan seperangkat pakaian dan alat shalat,” ujarnya.

Baca juga: Jelang Ramadhan, Yuk Wisata Religi di Surabaya

Ada beberapa makam yang ada di bangunan komplek pemakaman tersebut, diantaranya adalah, makam Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah (Marhum Pekan). Adalah sultan ke-5 Kerajaan Siak, dikenal sebagai pendiri Kota Pekanbaru dimana sebelumnya telah dirintis oleh ayah beliau, yakni sebuah pekan atau pasar yang ramai dan kemudian menjadi cikal bakal didirikannya kota Pekanbaru.

Selanjutnya, makam Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (Marhum Bukit) yang merupakan sultan ke-4 Kerajaan Siak atau ayahanda dari Merhum Pekan. Ia memindahkan Kerajaan Siak dari Mempura ke Bukit Senapelan (Kampung Bukit) yakni pada tahun 1762. Keturunan Marhum Bukit sangat banyak tersebar tidak hanya di Sumatera dan Kalimantan, bahkan sampai ke Malaysia dan Brunai Darusalam.


Kemudian, Makam Sayid Osman Sahabuddin (Marhum Barat). Ia dikenal sebagai salah seorang panglima Kerajaan Siak sekaligus ulama terkemuka kerajaan. Keturunan Arab Marhum Barat langsung bernasab dengan Sayyidina Ali Bin Abi Thalib dan Fatimah puteri Rasulullah.


Redaktur : Cahaya

RELATED NEWS