Pedestrian Makin Kece, Bisakah Jadi Destinasi Andalan Palembang?

Barongsai jadi salah satu pertunjukkan di Pedestrian Sudirman Palembang (Sumber foto: GenPI.co/ Robby Sunata)
Barongsai jadi salah satu pertunjukkan di Pedestrian Sudirman Palembang (Sumber foto: GenPI.co/ Robby Sunata)

GenPI.co - Pedestrian Sudirman dalam waktu singkat telah menjadi tempat wisata utama di Palembang. Lokasi yang strategis di pusat kota membuatnya mudah dijangkau banyak orang. Tersedianya jalan serta trotoar yang lebar membuat pengunjung nyaman, apalagi keramaian ini hanya terjadi di malam hari di akhir pekan. 

“Sejak adanya pedestrian Sudirman ini (banyak) atraksi yang kita suguhkan kepada masyarakat, bukan hanya (kepada) masyarakat kota Palembang tetapi juga kepada para pendatang turis yang banyak hadir ke Palembang ini” Ujar Kepala Dinas Pariwisata kota Palembang Isnaini Madani kepada GenPI.co 

Menurut pantauan GenPI.co sendiri, Pedestrian Sudirman kini dipadati oleh berbagai penampilan, mulai dari penampilan budaya seperti Barongsai dan Ondel-ondel, sampai penampilan musik dan cosplay dari sejumlah komunitas. Ragam penampilan tersebut berhasil menarik perhatian warga Palembang yang haus hiburan, dan turis yang penasaran dengan keramaian Pedestrian Sudirman. 

Car free Night Pedestrian Sudirman yang membuat kawasan ini menjadi hidup. Setiap Jumat malam dan Sabtu malam warga berbondong-bondong ke Pedestrian Sudirman untuk melihat berbagai pertunjukan gratis. Daya tarik lainnya adalah karena Pedestrian Sudirman juga menyediakan berbagai gerai makanan khas Palembang, seperti pempek dan kopi, tempat warga dapat beristirahat sejenak di antara hiruk pikuk yang ada. Tersedia pula belasan arena bermain dadakan bagi anak-anak. 

Sekilas, Pedestrian Sudirman mengingatkan pada keriuhan pasar malam, dengan orang-orang yang sibuk menonton, bermain, dan makan, lengkap dengan segala limbahnya. 

Hal lain yang paling dinanti warga ialah pertunjukan yang ada di Pedestrian Sudirman. Puluhan Komunitas dari beragam latar belakang menampilkan  pertunjukan seni modern yang mampu memikat pengunjung.

Namun hadirnya pertunjukkan itu justru dirasa oleh sejumlah pihak mengurangis esensi ‘rasa Palembang’. Belum lagi adanya pedagang liar yang juga dikeluhkan oleh warga sekitar.


Hal itupun akhirnya ditanggapi serius dan disikapi oleh Dinas Pariwisata Kota Palembang. “mudah-mudahan tindakan penertiban terhadap para pedagang liar yang dirasakan sangat mengganggu kenyamanan para pengunjung pedestrian dapat segera dilaksanakan.” Ungkap Isnaini Madani. 


Reporter : Robby Sunata

Redaktur : Maulin Nastria

RELATED NEWS