Di hari Raya Kuningan, Atraksi Ngurek paling Dinanti

Tradisi Ngurek yang dilakukan pada hari raya Kuningan. (Foto: Balikami)
Tradisi Ngurek yang dilakukan pada hari raya Kuningan. (Foto: Balikami)

GenPI.co – Hari Sabtu (3/8) masyarakat Hindu Bali memperingati Hari Raya Kuningan.  Itu merupakan puncak dari perayaan Galungan yang dirayakan sejak 22 Juli lalu. Menurut kepercayaan masyarakat Bali, puncak dari perayaan Galungan adalam kemenangan kebaikan setelah mengalahkan keburukan. 

Pada hari raya Kuningan,  berbagai  tradisi unik dilakukan, Mulai dari ritual menolak bala, mengucap syukur, hingga meminta berkat pada Sang Pencipta pun dilakukan pada hari besar tersebut.  Salah satunya atraksi Ngurek.

Dirangkum dari berbagai sumber, Ngurek merupakan salah satu tradisi yang dilakukan hanya pada saat hari raya Galungan dan Kuningan. Menurut sejarahnya, tradisi ini bermula dari seorang raja yang ingin sebuah acara ucapan syukur pada sang Maha Kuasa, sekaligus menyenangkan hati para prajuritnya.

Baca juga:

Mau Ucapkan Selamat Galungan pada Teman? Baca ini Yuk!

Yuk Kenalan dengan Dodi, Domba Unik dari Dieng

Ngurek dengan atraksi debus. Seseorang atau lebih  menusukkan senjata tajam untuk ke diri sendiri atau seorang yang lain dalam keadaan kerasukan. Tradisi ini dilakukan di seluruh daerah yang ada di Bali.


Tradisi Ngurek cukup dikenal sebagai Ngunying yang dipercayai untuk manifestasi pengabdian pada Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan yang Maha Esa). Kata Ngurek sendiri berasal dari 'Urek' yang dalam bahasa Indonesia berarti melubangi atau menusuk. Pasalnya, orang yang melakukan tradisi ini akan menusuk dirinya dengan berbagai benda tajam seperti keris, tombak dan yang lainnya.


RELATED NEWS