GMF AeroAsia dan Batam Aero Technic Resmikan Pembangunan Hanggar

 Batam Aero Technic (BAT) dan Garuda Maintenance Facility AeroAsia (GMF) menjalin kesepakatan pengembangan kerjasama, peresmian dan peletakkan batu pertama pembangunan hanggar tahap III dan hanggar joint venture (Foto : Istimewa)
Batam Aero Technic (BAT) dan Garuda Maintenance Facility AeroAsia (GMF) menjalin kesepakatan pengembangan kerjasama, peresmian dan peletakkan batu pertama pembangunan hanggar tahap III dan hanggar joint venture (Foto : Istimewa)

GenPI.co - Batam Aero Technic (BAT) dan Garuda Maintenance Facility AeroAsia (GMF) menjalin kesepakatan pengembangan kerjasama, peresmian dan peletakkan batu pertama pembangunan hanggar tahap III dan hanggar joint venture. Kesepakatan ini merupakan perwujudan sinergi menuju industri aviasi Indonesia maju.

Dalam rangkaian acara yang diselenggarakan di hanggar BAT di Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam, penandatanganan kerjasama dilakukan oleh Direktur Utama BAT I Nyoman Rai Pering Santaya dan Plt. Direktur Utama GMF Tazar Marta Kurniawan, disaksikan oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur Kepulauan Riau Isdianto, Pendiri Lion Air Group Rusdi Kirana, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Ari Askhara, Presiden Direktur Lion Air Group, Edward Sirait.

Baca juga :

Pekan ini, Batam Kebanjiran Wisatawan Singapura

Kunjungi Batam, Iriana Joko Widodo Tanam Mangrove

Marion Jola Bakal Tampil di Batam Jazz and Music Festival

Penandatanganan prasasti dan peletakkan batu pertama pembangunan hanggar tahap III dan hanggar joint venture dilakukan oleh Menteri Perekonomian Darmin Nasution. Sedangkan penandatanganan prasasti fasilitas bengkel perbaikan komponen pesawat diwakili oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.


Pada pembangunan hanggar Tahap ke III, BAT bersama GMF berencana membangun delapan unit hanggar yang dapat menampung 24 pesawat Boeing 737 dan Airbus 320. Delapan unit hanggar ini diharapkan dapat meningkatkan serapan perawatan pesawat baik dalam dan luar negeri, serta meminimalisir jumlah pekerjaan yang dikirim ke luar negeri.


RELATED NEWS