Warga Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Jalur Pendakian Rinjani

Jalur pendakian Gunung Rinjani bakal dibangun kereta gantung. Foto: Antara
Jalur pendakian Gunung Rinjani bakal dibangun kereta gantung. Foto: Antara

GenPI.co - Warga menolak pembangunan kereta gantung di jalur pendakian Gunung Rinjani yang dibiayai Pemerintah Pusat. Pasalnya, nasib pemandu wisata bakal kehilangan mata pencariannya.  

Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar mengatakan khawatir nasib pemandu wisata (porter dan guide) jika kereta gantung beroperasi di jalur pendakian Gunung Rinjani di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Kereta gantung dibangun melalui pintu masuk Desa Aik Berik, Kabupaten Lombok Tengah, memiliki dampak sosial ekonomi bagi warga Pulau Lombok yang menggantungkan hidup dari jasa pendakian.

BACA JUGAKebakaran Hutan Melanda Gunung Rinjani

"Kita harus berpikir tentang hidup banyaknya orang yang mengantungkan hidupnya sebagai guide dan porter. Menurut saya, apa yang dilakukan pemerintah harus melalui kajian dan pertimbangan matang," kata Najmul, di Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Selasac(1/10).

loading...

Terlebih lagi, lanjut Najmul, warga Kabupaten Lombok Utara, baru beberapa bulan merasakan dampak positif dari aktivitas pendakian Gunung Rinjani yang dibuka pada Juli 2019. Apalagi, pascagempa bumi pada Agustus 2018, kondisi usaha jasa wisata di lingkar Gunung Rinjani Pulau Lombok, masih belum pulih.

"Kita harus memikirkan nasib ribuan orang yang berprofesi sebagai pemandu wisata gunung. Saat ini saja, kondisi kampung di lingkar Gunung Rinjani, masih sepi karena pengunjung belum ramai seperti sebelum gempa," ujarnya.

Di sisi lain, Najmul mengklaim bahwa pemerintah antarkabupaten perlu duduk bersama terkait rencana tersebut. Demikian pula, pemerintah pusat seharusnya mempertimbangkan banyak aspek, baik ekonomi maupun sosial.


Redaktur : Cahaya

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Before After Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING