Mengenal Gudeg dan Sejarahnya, Usianya Setua Yogyakarta

Penjual gudeg Sudarmi mengenakan pelindung wajah melayani pembeli di kawasan Demangan, Yogyakarta. Foto: Antara
Penjual gudeg Sudarmi mengenakan pelindung wajah melayani pembeli di kawasan Demangan, Yogyakarta. Foto: Antara

GenPI.co - Tak lengkap rasanya bila berkunjung ke Yogyakarta tanpa mencicipi gudeg, makanan khas dengan cita rasa manis itu.

Dalam tur virtual jejak sejarah Kerajaan Mataram Islam di Yogyakarta dan Solo dari HIS Travel,  Aryono dari Historia.id menjelaskan usia gudeg kira-kira sama dengan usia kota Yogyakarta.

BACA JUGA: Sejarah Pecel Lele, Kamu Harus Tahu

Setelah perjanjian Giyanti tahun 1755 yang membagi dua wilayah Mataram menjadi di bawah dua penguasa, Yogyakarta pun dibuka.

"Tadinya itu hutan. Karena hutan dibuka, banyak prajurit yang mencoba mengonsumsi apa yang ada di hutan, seperti pohon nangka dan kelapa," kata Aryo, Sabtu (15/8).

loading...

Racikan masakan yang dibuat dari nangka dan santan itu diolah dalam kuali besar. Hasilnya, nangka muda yang diolah dengan santan menjadi hidangan manis, disajikan bersama nasi, kuah santan kental, lengkap dengan sambal goreng krecek.

Nama gudeg, kata Aryo diambil dari cara memasaknya yang disebut hangudeg. Gudeg juga disebut di Serat Chenthini, salah satu karya sastra dalam kesusastraan Jawa Baru.

BACA JUGA: Puan Maharani Dipuji Setinggi Langit, Layak Jadi Capres 2024


Redaktur : Cahaya

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Dear Diary Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING