Pengamat: Jangan Menilai Kepemimpinan Merakyat dari Aksesori

02 Agustus 2021 03:30

GenPI.co - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerima dengan hangat enam mahasiswa di rumah dinasnya pada Kamis (29/7) malam. Ganjar menyambut para mahasiswa tersebut karena keterlibatan mereka dalam membantu menangani pandemi covid-19.

Merespons hal itu, Pengamat komunikasi dan politik Jamiluddin Ritonga mengimbau kepada masyarakat agar jangan menyalahartikan kehadiran mereka.

"Jadi, kalau ada mahasiswa menyambangi Ganjar jangan diartikan mereka sudah terkontaminasi dan terkooptasi," ujar Jamiluddin kepada GenPI.co, Jumat (30/7).

BACA JUGA:  Khasiat Mengonsumsi Labu Siam Sangat Dahsyat, Bikin Terbelalak

Selain itu, dirinya menegaskan jangan diartikan mahasiswa tersebut telah mendukung Ganjar pada kontestasi Pilpres 2024.

"Mahasiswa seharusnya tetap menjaga independensinya agar tetap kritis dan objektif dalam menilai kinerja pemerintah, khususnya Ganjar," jelasnya.

BACA JUGA:  Nasib 4 Shio Mendadak Tajir, Rekening Banjir, Cicilan Lunas

Hanya dengan begitu, masyarakat akan tetap menilai mahasiswa punya integritas yang layak dihormati dan didukung setiap pergerakannya.

"Jadi, sambutan hangat Ganjar atas kedatangan mahasiswa hendaknya juga jangan dimaknai sebagai gaya kepemimpinannya yang merakyat," tuturnya.

BACA JUGA:  Menjaga Kekebalan Tubuh, Ini Dia 3 Merek Terbaik Vitamin D

Sebab, pemaknaan seperti itu sangat bias, yang kerap mengecoh masyarakat.

Menurutnya, kepemimpinan merakyat itu hendaknya jangan dilihat dari seberapa banyak pemimpin itu bersama rakyat.

"Jadi, janganlah menilai kepemimpinan merakyat seseorang hanya dari aksesori yang dikenakannya. Penilaian semacam itu harus sudah diubah kepada kebijakan yang diambilnya," ucap Jamiluddin.

Akademisi dari Universitas Esa Unggul itu menyampaikan agar Ganjar perlu membuktikan selama ini berapa banyak kebijakannya yang pro rakyat dan tidak.

"Dari sinilah masyarakat dapat menilai gaya kepemimpinan Ganjar yang sesungguhnya," pungkasnya. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Tommy Ardyan Reporter: Annissa Nur Jannah

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co