Nelayan Karimun Diimbau Melapor jika Melihat Korban Kapal Karam

15 Desember 2021 22:02

GenPI.co - Sebuah perahu atau kapal cepat dengan mesin tempel yang mengangkut 50 penumpang gelap asal Indonesia, dikabarkan tenggelam di Perairan Tanjung Balau, Johor, Malaysia, Rabu (15/12).

Dari 50 penumpang, 11 di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Sebanyak 14 orang juga dilaporkan selamat. Sementara 25 orang sisanya dinyatakan hilang.

BACA JUGA:  Bekerja Judi Online di Malaysia, Tiga TKI Dideportasi

Kapal yang ditumpangi 50 pekerja migran ilegal asal Indonesia itu merupakan warga Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Menanggapi peristiwa yang terjadi di Perbatasan Indonesia-Malaysia itu, Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Karimun mengimbau jika nelayan menemukan korban di sekitar perairan Karimun, agar dapat segera melapor ke petugas.

BACA JUGA:  Kapal Imigran Gelap Asal Indonesia Karam di Perairan Malaysia

"Kami mengimbau pada nelayan, agar dapat memberikan informasi jika menemukan barang atau orang [korban]," kata Kasat Polairud Polres Karimun, Iptu Binsar Samosir, mengutip Batamnews.co.id, Rabu (15/12).

Dia mengatakan, jika gelombang laut kuat, ada kemungkinan korban hanyut hingga ke Perairan Karimun yang masuk dalam batas wilayah negara.

BACA JUGA:  Kapal Karam Secara Misterius, Ribuan Domba Masuk ke Laut

Sehingga, dengan adanya informasi yang diberikan oleh nelayan, proses evakuasi dapat segera dilakukan.

“Kami minta bagi rekan-rekan nelayat di laut, untuk memberikan informasi jika menemukan korban yang hanyut,” kata Binsar. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Fathur Rohim

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co