Tanahdatar Raup PAD Besar dari Pariwisata

06 Februari 2019 09:02

Sektor pariwisata di Kabupaten Tanahdatar, Sumatera Barat, terus menggeliat sejak beberapa tahun terakhir. Peningkatan yang terjadi berimbas naiknya Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Untuk tahun 2018 lalu saja, jumlah pengunjung wisatawan ke Tanahdatar juga melebihi target yang ditetapkan. Dari target yang ditetapkan sebanyak 1.050.000 pegunjung terjadi kenaikan sebanyak 23,6 persen atau sebanyak 1.297.786 kunjungan.

Kabid Pariwisata Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Tanahdatar Yendra Aprilla mengatakan, kenaikan terjadi dari target sebanyak 247.786 pengunjung. Jumlah pengunjung tersebut masih didominasi oleh wisatawan nusantara yang datang berombongan ataupun dengan keluarga.

Tanahdatar menjadi penyumbang aset besar bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga miliaran rupiah. Untuk retribusi objek wisata pada tahun 2017 mencapai Rp 3.732.068.000, dan naik pada tahun 2018 mencapai Rp 6.440.715.000. PAD dari objek wisata lebih besar kita dapatkan dari beberapa item PAD lainnya.

“Total PAD dari sektor pariwisata pada tahun 2017 sebanyak Rp 5.781.882.176 naik pada tahun 2018 menjadi Rp 9.618.724.600,” terang Era.

Objek wisata Istano Basa Pagaruyung masih menjadi destinasi favorit bagi para pengunjung. Kehadiran Pasar Van Der Capellen juga ikut mendongkrak jumlah pengunjung untuk berwisata di Tanahdatar. Serta beberapa objek wisata lainnya juga menjadi destinasi bagi pengunjung.

Meski demikian, Erza mengakui jumlah itu masih didominasi oleh wisatawan nusantara. Kunjungan wisatawan mancanegara masih dirasa kurang. Karena itu pihaknya berjanji akan terus menggalakkan promosi , sosialiasasi dan juga berkerjasama dengan guide nusantara.

 “Kurangnya wisatawan mancangera memang dirasakan sejak beberapa tahun terakhir, dan itu tidak hanya Tanahdatar saja, akan tetapi seluruh wilayah Sumbar pada umumnya. Penyebabnya karena direct flight yang minim serta kesiapan kita menyediakan fasilitas bertaraf internasional,” ujar Kabid yang akrab disapa Era tersebut.

Untuk wisata Tanahdatar sendiri, lanjut Era, selain memiliki daya tarik dari pesona alamnya yang indah, nilai historikal dan budaya yang dapat menjadi nilai jual tambahan.

Sementara itu, Bupati Tanahdatar Irdinansyah Tarmizi mengungkapkan, salah satu prioritas pembangunan dalam masa kepemimpinannya adalah sektor pariwisata. Dengan besarnya potensi wisata yang dimiliki, diyakini kabupaten itu akan menjadi tujuan utama wisata di Sumatera Barat.

“Dengan menyandang nama Luak Nan Tuo, Tanahdatar merupakan pusat pengembangan budaya Minangkabau dengan segala macam atribut budaya dan tradisinya ditambah lagi keindahan alam dan kuliner khas yang dimiliki. DIbutuhkan peran semua pihak memajukan sektor pariwisata secara bersama-sama dengan berbagai program dan inovasi untuk peningkatan perekonomian masyarakat,” Irdiayansyah mengimbuh.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co