Ternyata Isu Negatif Kelapa Sawit Sudah Ada Sejak Tahun 1990-an!

22 Oktober 2020 22:45

GenPI.co - Industri minyak kelapa sawit memang berperan besar terhadap perekonomian nasional. Meski demikian, banyak sekali isu negatif yang berkembang terkait industri ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua bidang Sustainability Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Bandung Sahari, dalam acara Fellowship Journalist dan Training BPDPPKS 2020 yang bertema “Pengelolaan Kelapa Sawit yang Berkelanjutan”.

BACA JUGAEkspor Kelapa Sawit Tahun Ini Cemerlang, Prospeknya Menggiurkan

Bandung mengatakan, kampanye negatif tentang minyak kelapa sudah berkembang sejak lama, dan isu yang berkembang pun beragam.

“Kampanye negatif sawit sudah dimulai dari tahun 1990-an, isunya mulai dari (bisa meningkatkan) kolesterol sampai (menyebabkan) deforestasi,” kata Bandung.

Meski demikian, Bandung masih mempertanyakan terkait kampanye negatif tentang minyak kelapa sawit yang beredar.

“Masih dipertanyakan apakah kampanye sawit ini terkait dengan keberlanjutan atau politik?” ujarnya.

Selain itu, Bandung juga menjelaskan bahwa isu negatif kelapa sawit juga pernah dibahas dalam forum World Trade Organization (WTO). 

Dalam forum tersebut, disebutkan bahwa minyak kelapa sawit merupakan komoditas yang paling tidak sustainable.

BACA JUGADi Tengah Pandemi, Industri Kelapa Sawit Indonesia Masih Bertahan

“Maka dari itu, perlu dikaji lebih lanjut tentang aspek sustainability kelapa sawit,” tutur Bandung. 

Di tengah isu negatif yang berkembang, Bandung mengajak semua pihak untuk mengambil peran dalam menjaga eksistensi komoditas kelapa sawit. 

Dengan demikian, sektor kelapa sawit dapat memberi sumbangsih yang besar pada sektor sosial dan ekonomi di Indonesia. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co