5 Perancang Busana IFC Bakal Mejeng di Global Talents Digital

28 Agustus 2020 18:30

GenPI.co - Seiring perubahan dunia, terutama terdisrupsinya dunia fesyen dan bagaimana kita menyikapinya, kita makin ditantang untuk melaju ke depan dengan cara-cara yang baru dan lebih baik. 

Edisi pertama dari Global Talents Digital yang berlangsung pada bulan Juni 2020 merupakan acara fashion berskala internasional pertama yang menggabungkan metode online dan offline (hybrid) diluar jadwal musim (off-season).

BACA JUGATeten Masduki: MUFFEST Jadi Penggerak Dunia Fesyen Sehat Kembali

Acara ini diselenggarakan oleh Fashion Futurum Initiative dengan dukungan Russian Fashion Council serta Mercedes-Benz Fashion Week Russia. 

Keberhasilan acara ini mencatat 2,5 juta views pada sosial media, 100 lebih liputan berbagai media internasional dan ditayangkan langsung pada 100 website di seluruh dunia.

Sekarang, Global Talents Digital telah siap dengan edisi keduanya yang akan diselenggarakan pada tanggal 4-6 September 2020 dengan tema baru, SUSTAINABILITY (Keberlanjutan).

Para desainer baru dari seluruh dunia akan hadir dengan menampilkan koleksi terbarunya kepada para pelanggan, media, pembeli, penata busana dan pelaku industri lainnya.

Acara ini berlangsung melalui video presentasi, siaran langsung, teknologi Augmented Reality (AR) ataupun Virtual Reality (VR).

Konsep sustainability yang diusung dalam koleksi para desainer tersebut mencakup upcycling, recycling, ethical fashion, slow fashion hingga zero waste. 

Indonesia Fashion Chamber (IFC) dengan bangga mengumumkan 5 desainer anggotanya yang telah lolos kurasi dan akan berpartisipasi.

Mereka adalah Gregorius Vici (IFC Semarang Chapter),  Aldrè Indrayana X Cota Cota Studio (IFC Surabaya Chapter), Rosie Rahmadi (IFC Bandung Chapter), AM by Anggiasari (IFC Bandung Chapter), dan Emmy Thee (IFC Jakarta Chapter).

Edisi terbaru dari Global Talents Digital ini terinspirasi konsep keberlanjutan (sustainability) dan keinginan untuk mengedukasi serta menginspirasi dunia tentang konsep tersebut.

Oleh karena itu, para desainer diminta untuk menyiapkan 2 video yang terdiri dari tampilan koleksi terbaru dengan konsep sustainability dan video edukasi terkait prosesnya.

Untuk mengedukasi penonton tentang bagaimana koleksi mereka dibuat menjadi sustainable.

Sustainability adalah kata yang tertanam kuat pada banyak karya dari perusahaan dan label fesyen.

Akan tetapi, proses dari pengembangan konsep sustainability ini belum jelas bagi banyak khalayak umum.

Tujuan dari Global Talents Digital pada bulan September adalah untuk mengenalkan penonton dan pelaku industri kepada para desainer baru yang mengusung konsep sustainability.

"Juga menyajikan informasi dasar yang diperlukan serta berpeluang untuk menjadikan bumi ini tempat yang lebih baik,” ujar Alexander Shumsky, President of Russian Fashion Council and Mercedes-Benz Fashion Week Russia.

Aspek menarik lainnya dari acara ini adalah konsep ‘see now, buy now’ (lihat sekarang, beli sekarang).

Hal ini membuat penyiaran acara menjadi lebih interaktif.

Dengan teknologi QR kode yang digabungkan ke dalam video maka pemirsa/buyers sangat mudah dapat memindai dan berhubungan langsung dengan para desainer untuk membeli apa yang baru saja mereka lihat.

Meskipun ini sudah menjadi praktik umum di seluruh dunia untuk meningkatkan lalu lintas situs web dan meningkatkan penjualan, namun masih relatif sangat baru diantara brand fesyen di Indonesia.

BACA JUGAMemperkuat Ekonomi Syariah Melalui Subsektor Fesyen di ISEF 2020

Pengalaman membuat video dengan metode semacam itu dan sekaligus dapat dilihat audiens dunia dengan teknologi ini untuk pertama kalinya merupakan kesempatan belajar yang sangat berharga bagi 5 desainer IFC ini. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Irwina Istiqomah

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co