PBB Gelar Voting Soal Invasi Ukraina, Indonesia Memilih Kubu ini

03 Maret 2022 11:55

GenPI.co - Majelis Umum PBB pada Rabu (2/3) menggelar pemungutan suara atau voting  untuk mengadopsi resolusi mengutuk invasi Rusia ke Ukraina di New York, AS.

Indonesia sendiri bergabung dengan 140 negara lain di badan dengan 193 anggota itu untuk menuntut agar Moskow segera menarik pasukannya dari tanah tetangganya yang berdaulat.

Penghitungan akhir pemungutan suara pada resolusi, yang bertema "Agresi terhadap Ukraina" itu adalah 141-5. 

BACA JUGA:  Ukraina Undang Emak-emak dari Rusia untuk Datang, ini Tujuannya

Ada 5  negara yang menentang resolusi PBB. Selain Rusia, keempat negara lainnya adalah Korea Utara, Belarusia dan Eritrea.

Sementara itu, 35 negara menyatakan abstain atau tidak memilih salah satu dari 2 opsi yang ditawarkan dalam pemungutan suara itu. 

BACA JUGA:  Angin Segar dari Spanyol Bikin Daya Tempur Ukraina Makin Dahsyat

Negara-negara itu di antaranya  China, India, Iran, Irak, Pakistan, dan Afrika Selatan.

Resolusi hari Rabu menyatakan bahwa operasi militer Rusia di Ukraina berada pada skala yang belum pernah dilihat masyarakat internasional di Eropa dalam beberapa dekade.

BACA JUGA:  Putin Terus Digoyang dari Dalam! Kritikus Pacu Protes Warga Rusia

Karenanya, diperlukan tindakan mendesak untuk menyelamatkan generasi ini dari bencana perang. dan mendesak penyelesaian konflik secara damai segera.

Resolusi itu juga menegaskan kembali komitmen majelis untuk kedaulatan, kemerdekaan, persatuan dan integritas teritorial Ukraina dalam perbatasan yang diakui secara internasional.

Resolusi tersebut menyesalkan "agresi" Rusia terhadap Ukraina "dalam istilah yang paling kuat" dan menuntut penghentian segera penggunaan kekuatan Moskow dan penarikan segera lengkap dan tanpa syarat semua pasukan Rusia dari perbatasan Ukraina yang diakui secara internasional.

Sebelum pemungutan suara, Duta Besar Ukraina untuk PBB Sergiy Kyslytsya mengatakan tentang invasi pasukan Rusia.

“Mereka datang ke tanah Ukraina, tidak hanya untuk membunuh sebagian dari kita… mereka datang untuk merampas hak Ukraina untuk hidup,” katanya 

Kyslytsya menambahkan bahwa  kejahatan Rusia  sangat biadab sehingga sulit untuk dipahami.

Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia yang juga diberi kesempatan bicara mendesak anggota PBB untuk memberikan suara menentang resolusi tersebut.

Duta besar  menuduh bahwa negara-negara Barat memberikan "tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya" dengan "ancaman terbuka dan sinis" untuk mendapatkan dukungan untuk tindakan tersebut.

“Dokumen ini tidak akan mengizinkan kami untuk mengakhiri kegiatan militer. Sebaliknya, hal itu dapat mendorong kaum radikal dan nasionalis Kyiv untuk terus menentukan kebijakan negara mereka dengan harga berapa pun,” Nebenzia memperingatkan.

Dia mengatakan bahwa penolakan  rancangan resolusi hari ini adalah pemungutan suara untuk Ukraina yang damai” yang tidak akan “dikelola dari luar”.

“Ini adalah tujuan dari operasi militer khusus kami, yang oleh para sponsor resolusi ini coba disajikan sebagai agresi,” katanya.(*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred
PBB   voting   ukraina   indonesia   resolusi PBB   invasi   rusia  

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co