Rudal Rusia Hantam Mall Ukraina, 1.000 Orang di Ujung Maut

28 Juni 2022 07:25

GenPI.co - Serangan rudal Rusia menghantam mall dengan lebih dari 1.000 warga sipil di kota Kremenchuk, Ukraina tengah, pada Senin (27/6).

Hal tersebut diungkapkan oleh kata Presiden Volodymyr Zelensky dalam sebuah unggahan di Telegram.

"Pasukan Rusia menembakkan roket ke pusat perbelanjaan, di mana ada lebih dari seribu warga sipil. Mal terbakar, penyelamat memerangi api, jumlah korban tidak mungkin dibayangkan," kata Zelensky.

BACA JUGA:  Zelensky Ungkap Kemenangan Ukraina, Sebut Langkah Uni Eropa

Kyrylo Tymoshenko, wakil kepala kantor Presiden Volodymyr Zelenskiy mengatakan, sedikitnya dua orang tewas dan 20 luka-luka dalam serangan rudal Rusia.

 Selan itu, ada sembilan orang yang dikatakan terluka dalam kondisi serius.

BACA JUGA:  Pergi ke Rusia dan Ukraina, Jokowi Bisa Bikin Indonesia Kuat

Menurut Zelensky, bangunan itu tidak menimbulkan bahaya bagi tentara Rusia lantaran tidak ada nilai strategis.

"Rusia terus menempatkan ketidakberdayaannya pada warga biasa. Tidak ada gunanya mengharapkan kecukupan dan kemanusiaan di pihaknya," tulis Zelensky.

BACA JUGA:  Kunker Jokowi ke Ukraina-Rusia Bisa Dinginkan Perang, Kata Pakar

Walikota kota Vitaliy Meletskiy mengatakan serangan itu telah menyebabkan kematian dan cedera, tetapi tidak memberikan angka spesifik.

"Dokter, penyelamat, dan aparat penegak hukum sedang bekerja di tempat kejadian. Jumlah korban sedang diklarifikasi," kata Kepala Administrasi Militer Daerah Poltava Dmytro Lunin dalam sebuah posting telegram.

Lunin menyebut serangan roket di mal di Kremenchuk sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

"Tindakan teror yang tidak terselubung dan sinis terhadap penduduk sipil,” katanya.

Kremenchuk, sebuah kota industri berpenduduk 217.000 sebelum invasi Rusia 24 Februari ke Ukraina, adalah lokasi kilang minyak terbesar Ukraina.

Tidak ada komentar langsung dari Rusia, yang menyangkal sengaja menargetkan warga sipil.(*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co