Google Tebas Habis Iklan Teori Konspirasi Virus Corona

18 Juli 2020 19:45

GenPI.co - Perusahaan induk Google, Alphabet, menganggap situs dan aplikasi untuk menyiarkan iklan teori konspirasi virus corona sebagai konten berbahaya. 

Karena itu, perusahaan itu melarang menyebaran iklan terkait itu di platform mesin pencari Google.

BACA JUGA: Tak Melulu COVID-19, BNPB juga Tetap Fokus pada Bencana Alam

Kebijakan Google muncul  di tengah tekanan di Amerika Serikat yang meminta perusahaan periklanan digital untuk berbuat lebih banyak dalam menekan informasi yang salah.

Melansir Reuters, salah satu konten yang dilarang adalah i gagasan bahwa pandemi virus corona dibuat di laboratorium China sebagai senjata biologis yang dibuat oleh pendiri Microsoft, Bill Gates. 

Kampanye-kampanye yang menganggap virus itu sebagai hokas juga turut dilarang.

Sebelumnya Google telah melarang iklan obat penyembuh "ajaib" atau yang mempromosikan gerakan anti-vaksinasi.

BACA JUGA: Unik! Di Gim ini Bisa Ketemu Karakter Kabayan Hingga Roro Kidul

Sementara yang diizinkan menjalankan iklan tentang COVID-19 adalah  organisasi pemerintah dan penyedia layanan kesehatan, untuk mencegah kegiatan seperti menaikkan harga pasokan medis.(ANT)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co