Jokowi Dalam Bahaya, Istana Bisa Siaga Satu

17 Maret 2022 14:10

GenPI.co - Presiden Jokowi tidak dizinkan untuk ikut parede pembalap MotoGP di ruas Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Tentunya hal itu menjadi pertanyaan besar.

Biasaya Presiden Jokowi tampil terdepan saat ada pawai motor, justru bertindak mengibarkan bendera melepas Marc Marquez cs.

Kepala negara mengurai bahwa dirinya dilarang ikut karena alasan keselamatan oleh pihak keamanan.

BACA JUGA:  Bikin Gaduh, Luhut Pandjaitan Bisa Dijerat Pidana

Politikus PDIP Bambang Beathor Suryadi, mengatakan kondisi ini tidak bisa dianggap sepele. Pasalnya, keadaan makin mengkhawatirkan bagi keselamatan Presiden Jokowi jika tampil di muka umum.

“Larangan ini tentu disampaikan oleh institusi yang paham tentang keadaan sosial, politik, dan keamanan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (17/3).

BACA JUGA:  Anies Tak Mau Kalah Bakal Gelar Parade Pembalap Formula E

Artinya lagi, lanjut Beathor, munculnya larangan ini pertanda bahwa institusi itu sudah memiliki kalkulasi dan diagnosa bahwa posisi Jokowi mulai SOS atau butuh penyelamatan.

Menurut dia, Jika terpaksa harus tampil, maka muncul kekuatan penuh dari institusi keamanan bahkan pihak pertahanan.

BACA JUGA:  Tak Diizinkan Ikut Parade MotoGP, Jokowi Langsung Lemas

“Posisi Jokowi mulai SOS. Kondisi SOS muncul dari meningkatnya amarah rakyat,” tandasnya.

Beathor khawatir, bisa saja istana siaga satu mengerahkan sejumlah kendaraan militer di jalan protokol ibu kota hanya untuk menyelamatkan presiden.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi langsung lemas ketika mengetahui dirinya tak mendapat izin untuk ikut parade pembalap MotoGP. (*)

 

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Cahaya

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co