Pengamat: Bawaslu Tak Penting Gandeng Selebgram, Malah Bahaya

16 Mei 2022 14:30 WIB
Ilustrasi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). FOTO: Antara

GenPI.co - Badan pengawasan pemilu (Bawaslu) berencana menggandeng selebgram untuk edukasi kepada masyarakat guna mencegah polarisasi politik.

Hal itu turut disoroti oleh managing director political economy and policy studies (PEPS) politik Anthony Budiawan.

BACA JUGA:  Ridwan Kamil Beri Dukungan Kepada Airlangga Maju Capres

Dia menyebut, mencegah polarisasi politik bukan tugas Bawaslu.

Anthony juga menilai hadirnya para selebgram untuk edukasi dinilai tidak efektif.

“Gandeng selebgram tidak ada gunanya karena tidak bisa meredam akar sama seperti polarisasi politik,” ujar Anthony kepada GenPI.co, Senin (16/5).

BACA JUGA:  Bidadari Malang Cantiknya Bikin Awet Muda, Nih Rahasianya

Dia menilai kehadiran selebgram justru akan mempertajam polarisasi tersebut.

“Itu bisa disebabkan mereka tidak netral,” tambahnya.

Bahkan, akan lebih bahaya jika para selebgram itu bisa dibayar untuk, memenangkan peserta pemilu.

Seperti diketahui, koordinator devisi pencegahan partisipasi masyarakat Bawaslu, Lolly Suhenty menegaskan akan melakukan edukasi bersama generasi milenial, salah satunya menggandeng selebgram.

Kehadiran selebgram itu guna mengedukasi masyarakat untuk polarisasi politik dan melakukan pencegahan melalui digitalisasi. (*)

TERPOPULER

  1. Prajurit Gugur Baku Tembak dengan KKB, Begini Kata Andika Perkasa

  2. Jokowi Jadi Magnet di KTT G7, Pengamat: Disegani Pemimpin Dunia!

  3. Kasus Roy Suryo Berbuntut Panjang, Kuasa Hukum Siapkan Bukti

  4. Fans Malaysia: Naturalisasi Jordi Amat Batal, Indonesia Rugi

  5. DPRD DKI Skakmat Holywings, Ada Kata Sombong dan Tak Layak

BERITA LAINNYA