GenPI.co - Peneliti sekaligus Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKopi Kunto Adi Wibowo menilai menentukan tokoh jadi hal yang krusial dalam koalisi.
"Koalisi harus punya kesepakatan terkait siapa tokoh yang akan diusung sesuai dengan platform mereka," ujar Kunto kepada GenPI.co, Rabu (25/5).
Sebab, menurut Kunto, pemilih di Indonesia masih mengutamakan ketokohan saat memilih presiden.
"Pemilih tidak akan melihat partai, akan tetapi mencari capres yang cocok dengan mereka," tuturnya.
Kunto juga menyoroti masa kampanye yang kini diubah menjadi 75 hari.
"Hal ini bisa mempersulit capres yang elektabilitasnya rendah pada masa kampanye nanti," kata dia.
Pasalnya, para capres yang memiliki elektabilitas rendah harus bisa mengalahkan tokoh-tokoh populer.
"Jadi, yang diuntungkan ialah tokoh yang sudah curi start sejak awal," katanya.
Selain itu, Kunto juga menduga banyak partai politik yang akan menahan diri membentuk koalisi hingga saat-saat terakhir.
"Mereka pasti menahan diri untuk mendapatkan bargaining position yang kuat, Apalagi kalau tokohnya ada dari luar partai," ujar Kunto.
Selain itu, menurutnya, faktor kejutan masih dipercaya bisa mendatangkan kemenangan dalam pilpres.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News