Lihat Nih, Penampakan Rumput JIS Jakarta

20 September 2021 20:50

GenPI.co - Jakarta International Stadium (JIS) yang terletak di Tanjung Priok, Jakarta Utara, mulai uji coba pemasangan rumput standar Fédération Internationale de Football Association (FIFA).

"Alhamdulillah, saat ini rumput di JIS sudah bisa kami lakukan uji coba pemasangan," ujar Project Manager Jakarta International Stadium (JIS), Arry Wibowo, di lokasi, Senin (20/9).

Arry menjelaskan, di lapangan utama, sebelum dipasang rumbut, di bawahnya ditaburi hamparan batu split untuk menutupi banyak jaringan utilitas di bawahnya.

BACA JUGA:  Nih, Ponsel Murah Berkualitas Untuk Milenial

"Agar pada saat hujan lapangan tidak becek, karena bisa menyerap air dalam hitungan detik. Lalu ada juga penyiraman air melalui mesin penyiram otomatis (sprinkler) untuk menjaga standar FIFA yang harus kami penuhi," ujar Arry.

Selain itu, di lapangan utama juga memiliki beberapa struktur, seperti lembaran sintetik yang berpori dan memiliki sifat tembus air, serta fleksibel atau geotekstil, berbahan dasar kain.

BACA JUGA:  Emrus Bilang Demokrasi di Era Jokowi Berjalan Baik

Itu merupakan jenis geotekstil yang tidak menganyam, berbentuk seperti karpet kain.

Arry menjelaskan, geotekstil itu memiliki sejumlah fungsi pada tanah lapangan utama seperti sebagai penahan atau stabilisator, untuk mereduksi terjadinya penurunan akibat tanah dasar yang lunak.

BACA JUGA:  Prabowo Subianto Bakal Dikuliti Habis, Siap-siap

Selain itu, Non Woven Geotextile juga berfungsi sebagai pemisah atau separator, untuk mencegah bercampurnya lapisan material yang satu dengan material lainnya.

Gunanya mencegah naiknya lumpur ke sistem pengerasan, agar tidak terjadi efek memompa (pumping effect) yang akan mudah merusak kepadatan tanah.

Menurut Arry, rumput yang dipasang di lapangan utama adalah jenis hybrid, yakni perpaduan antara rumput alami dan sintetis.

Komposisinya, lima persen rumput sintetis asal Italia jenis Limonta dan 95 persen rumput alami jenis Zoysia matrella yang dari Boyolali, Jawa Tengah.

Dengan rumput hybrid ini, kata Arry, memiliki daya serap air lebih baik, dan lapangan dapat digunakan hingga 1.000 jam pertandingan.

"Artinya air akan lebih cepat turun hingga ke lapisan terbawah rumput. Sesuai standar FIFA, genangan air di lapangan JIS dirancang agar surut tidak lebih dari 10 detik," pungkasnya. (ANT)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Cahaya

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co