GenPI.co - Tunggal putri asal Skotlandia Kirsty Gilmour mendapatkan pesan ancaman pemerkosaan setelah dibungkam Gregoria Mariska Tunjung dua kali.
Tak hanya ancaman pemerkosaan, Kirsty Gilmour juga mendapatkan pesan ancaman pembunuhan dan ujaran kebencian yang menyesaki akun media sosialnya.
Ancaman-ancaman yang tidak pantas itu datang kepada Gilmour setelah secara kebetulan dirinya dikandaskan tunggal putri andalan Indonesia, Gregoria Mariska, sebanyak dua kali.
Pertama terjadi pada ajang Swiss Open 2023. Gilmour bertemu dengan Gregoria pada babak perempat final.
Pada laga tersebut, Gregoria berhasil menang lewat dua game dengan skor 21-10 dan 21-19 dalam tempo 38 menit.
Kedua terjadi pada ajang Spain Masters 2023. Gilmour bertemu dengan Gregoria pada babak pertama atau 32 besar.
Kala itu, Gregoria lagi-lagi berhasil meraih kemenangan dengan dua game lewat skor 21-19 dan 21-12 dalam tempo 31 menit.
Seusai laga, Gilmour yang membuka pesan di media sosialnya pada pagi hari kaget karena banyaknya ujaran kebencian tertuju kepadanya.
"Saya membaca pesan terbaru di pagi hari setelah pertandingan. Saya tentu juga kecewa dengan hasil laga kemarin tetapi saya telah memberikan yang terbaik melawan rival yang berat. Jadi, itu bukan kekalahan yang menyesakkan," jelas Gilmour dikutip dari BBC, Minggu (2/4).
Gilmour bahkan sangat menyayangkan tuduhan match fixing yang diberikan kepadanya oleh seorang analisis.
"Saya justru tercengang dengan analisis mereka yang menuduh saya melakukan match fixing, ada juga yang akan mengirim seseorang untuk memperkosa saja, menghina penampilan saya, hingga memberikan ancaman kematian," keluh Gilmour.
Tunggal putri peringkat 23 dunia itu kini telah melakukan aduan laporan terhadap akun-akun yang mengancam nyawa dan keselamatannya kepada pihak berwajib.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News