Ini Makna Kain Kotak-kotak Hitam Putih Bali

02 Maret 2019 13:29

Saat berlibur ke Pulau Dewata bisa dipatikan akan melihat pemandangan sejumlah properti di Bali yang dibungkus kain motif kotak-kotak berwarna hitam dan putih. Simak maknanya.

Saat berlibur ke Pulau Dewata, niscaya wisatawan tidak akan pernah melewatkan pemandangan sejumlah properti di Bali yang dibungkus kain motif kotak-kotak berwarna hitam dan putih.

Belitan kain bercorak kotak-kotak tersebut bisa dililit pada pepohonan besar, hingga patung patung yang ada di pura tempat beribadah umat Hindu.

Kain dengan motif seperti papan catur itu dinamakan poleng. Warna hitam dan putih merupakan simbol dari rwa bhineda. Rwa bhineda adalah dua sifat yang saling bertolak belakang, seperti baik dan buruk untuk mewujudkan suatu keseimbangan alam. Sama seperti filosofi Tionghoa dengan simbol yin-yang.

Namun sebenarnya poleng tidak hanya memiliki corak dengan warna hitam dan putih. Ada juga kain poleng sudhamala dengan warna hitam, abu-abu dan putih. 

Untuk poleng sudhamala, warna abu- abu tersebut mewakili sifat perantara, dan penyeimbang antara sifat baik dan buruk. 

Sedangkan poleng jenis tridatu yang melambangkan lahir hidup hingga mati, memiliki perpaduan warna hitam, putih juga merah. 

Pada kain poleng tridatu memiliki filosofi karakter yang lebih mendetail, Warna putih sebagai simbol sifat bijaksana dan tenang (Dewa Siwa), warna merah memiliki makna dinamis dan berenergi (Dewa Brahma), sedangkan warna hitam yaitu memiliki sifat terhambat dan berat (Dewa Wisnu). 

Tentunya, menurut mitologi Dewa Tri Murti kepercayaan setempat dewa- dewa tersebut melambangkan penciptaan, pemeliharaan dan peleburan. Akan tetapi, pada intinya berbagai jenis kain poleng ini memiliki satu kesatuan yang berfungsi sebagai suatu penggambaran hidup dengan menjaga keseimbangan.


Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

bali   poleng   pulau dewata   nyepi  

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co