Hadapi Pandemi, Aktivitas Jual Beli Perlu Dilakukan Secara Online

Hadapi Pandemi, Aktivitas Jual Beli Perlu Dilakukan Secara Online. Foto: Pixabay
Hadapi Pandemi, Aktivitas Jual Beli Perlu Dilakukan Secara Online. Foto: Pixabay

Pengamat ekonomi Andry Satrio dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai pandemi covid-19 berhasil mempercepat bahkan memaksa terjadinya transformasi bisnis makanan dan minuman serta aktivitas jual belinya dari tradisional menjadi daring atau online lewat prinsip digitalisasi.

"Saat ini semua pihak dipaksa untuk beraktivitas secara daring dan menerapkan prinsip digitalisasi, kalau tidak kegiatan perekonomian serta bisnis akan mati," ujar Andry Satrio dalam diskusi daring di Jakarta, Rabu (8/4/2020) malam, dikutip Antara.

BACA JUGA: Tepis Rasa Bosan dengan Baca Komik Digital Marvel, Gratis!

Andry mencontohkan, pasar tradisional saat ini mau tidak mau harus bisa menjalankan prinsip pengantaran barang setelah menerima pesanan secara online atau via telepon, kalau tidak bisa kalah dari kompetitor lainnya.

Saat ini semua aktivitas jual beli dilakukan secara daring dan menjalankan prinsip pengantaran, terutama untuk sektor restoran dan bisnis makanan-minuman dipaksa menjalankan bisnis di mana pesanan dapat dilakukan secara daring.

"Transformasi itu sebelumnya tidak ada yang bisa secepat sekarang setelah munculnya pandemi COVID-19. Supermarket pun sekarang bisa melayani pemesanan via aplikasi sosial media seperti Whatsapp," katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Associate Peneliti ekonomi Indef yakni Muhammad Zulfikar Rakhmat yang menilai bahwa kalau melihat dari sisi positifnya, pandemi COVID-19 telah mengajarkan kepada semua pihak untuk bagaimana beraktivitas secara daring.

Menurut dia, saat ini semua orang bisa belajar dan mengetahui bagaimana sistem kerja, pendidikan dan sejumlah aktivitas bisnis bisa dilakukan secara daring, termasuk beraktivitas dari rumah.

BACA JUGA: Kebijakan Kerja dari Rumah Bikin Trafik Layanan Digital Naik 5,7%

"Ke depannya saya melihat akan banyak orang-orang baik di Indonesia maupun dunia bekerja dan beraktivitas secara online, karena pandemi COVID-19 telah membuka wawasan bahwa beberapa aktivitas termasuk bisnis bisa dimungkinkan melalui secara digitalisasi," kata Zulfikar Rakhmat. (ant)

Video populer saat ini:

ADVERTISEMENT


Redaktur : Irwina Istiqomah

loading...

BERITA LAINNYA

Berita Tentang Anak Emas Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING