Strategi Keuangan Keluarga Tahan Guncangan Jika Terjadi Resesi 

Ilustrasi merencanakan keuangan (Shutterstock)
Ilustrasi merencanakan keuangan (Shutterstock)

GenPI.co - Pemerintah mengumumkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2020 negatif 5,32 persen. Dengan angka tersebut maka perekonomian Indonesia bisa disebut diambang resesi, jika triwulan III 2020 pertumbuhan kembali negatif.

Baratadewa Sakti Perdana, Praktisi Keuangan Keluarga & Pendamping Bisnis UMKM, mengatakan apabila benar pada triwulan III 2020 terjadi lagi pertumbuhan ekonomi yang negatif, maka perekonomian Indonesia resesi. 

BACA JUGA: Pengusaha Sukses ini Modal Ratusan Ribu, Dapat Untung Rp 400 Juta

"Yang paling dirasakan adalah dengan menurunnya jumlah lapangan kerja yang tercipta, produksi perusahaan makin sedikit, jumlah pengangguran meningkat, penjualan ritel turun," ujarnya di Jakarta, Minggu (9/8).

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memastikan keuangan pribadi tetap aman dan terjaga dari guncangan resesi. Berikut strategi yang dapat dilakukan adalah: 

loading...

1. Kurangi konsumsi belanja

Jangankan untuk anggaran beli jajan, rekreasi, penyaluran hobi, atau bahkan untuk berinvestasi yang telah ditunda pembelanjaannya ketika ekonomi mulai berkontraksi akibat penyakit COVID-19 mulai mewabah.

Pada saat resesi yang ancaman goncangannya dapat lebih besar dan lebih lama, pemilihan anggaran untuk kebutuhan keluarga yang menjadi prioritas pertama untuk membeli antara lain beras, gas elpiji, mie instan, kecap manis, minyak goreng, bumbu dapur, sabun mandi, sabun cuci baju, sampo, pasta gigi, kuota data internet, pulsa telepon, dan daftar kebutuhan prioritas lainnya.


Redaktur : Cahaya

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Ootd Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING