Pertikaian Kawasan Gunung Bromo: Aturan Kuota Jeep

BTNBTS memberlakukan pembatasan kuota Jeep wisata yang diperbolehkan membawa wisatawan menuju Bromo.
BTNBTS memberlakukan pembatasan kuota Jeep wisata yang diperbolehkan membawa wisatawan menuju Bromo.

GenPI.co - Pertikaian kembali terjadi di kawasan Gunung Bromo. Kali ini Paguyupan Jeep Malang Raya menyoalkan tentang ketidaktegasan dari Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BTNBTS) untuk menyelesaikan polemik antar operator Jeep Wisata Bromo yang telah terjadi sejak lama ini.

Permasalahan ini dipicu karena BTNBTS memberlakukan pembatasan kuota Jeep wisata yang diperbolehkan membawa wisatawan menuju Bromo. Paguyupan Jeep Malang Raya menilai, pembatasan kuota jeep yang diberlakukan semenjak 9 mei lalu ini seakan tanpa alasan. Akibatnya banyak operator wisata yang merasa dirugikan dengan kebijakan tersebut.

“Dari anggota kami berjumlah 94 jeep, hanya diperbolehkan 21 jeep saja yang naik ke Bromo. Tentu saja, seluruh anggota kami terkendala tidak dapat melayani penumpangnya. Sementara, paguyuban lain tidak ada pembatasan kuota,” kata Ketua Paguyuban Jeep Malang Raya, Idhamsyah Putra.

Pertikaian Kawasan Gunung Bromo: Aturan Kuota Jeep

Seperti dijelaskan, pembatasan kuota jeep wisata ini dikarenakan terdapat Surat keputusan yang menjelaskan bahwa hanya warga lokal yang boleh mengangkut wisatawan menuju Bromo. Sehingga beberapa operator wisata yang “diduga” bukan warga lokal dilarang untuk melayani salah satu rute wisata paling populer di Indonesia ini. Dengan pemberlakuan kebijakan ini, Paguyupan Jeep Malang Raya mengancam akan menggugat BTNBTS.

Baca juga:

Jarang Baca GenPI.co, Selebgram Mau ke Kawah Ijen Nyasar ke Bromo

Bromo Masuk dalam Foto Lanskap Terbaik 2018

“Alasannya kami dianggap bukan warga sekitar Tumpang (wilayah di Kab. Malang). Padahal kita sudah mengangkut wisatawan dari Malang Ke Bromo sudah sejak 8 tahun lalu. Selain itu, kami juga tidak pernah mengambil penumpang di Tumpang. Kami hanya mengantar penumpang dari Kota Malang, Kota Batu dan Malang Raya,” Tambahnya.

Pertikaian antar unsur wisata ini juga bukan hanya sekali ini terjadi. Sebelumnya pada akhir 2018, sudah terdapat beberapa kali penghadangan mobil Jeep membawa wisatawan Gunung Bromo yang dijemput dari kota Malang oleh pihak operator Jeep Tumpang.


Simak juga video ini:


Redaktur: Maulin Nastria

RELATED NEWS