View Point, Spot Ideal Menikmati Wajah Bromo

Keindahan Bromo dengan asap yang mengepul dari kedalam kawahnya. (Foto: Galyna_Andrushko/Elements Envato)
Keindahan Bromo dengan asap yang mengepul dari kedalam kawahnya. (Foto: Galyna_Andrushko/Elements Envato)

GenPI.co - Upacara Yadnya Kasada dan Gunung Bromo adalah satu kesatuan. Rasanya kurang pas menghadiri upacara sakral tersebut, tanpa membidik eksotika Bromo yang bahkan sudah terkenal hingga ke mancanegara. Ada cara terbaik untuk mengabadikan 'wajah' Bromo, yaitu melalui View Point atau Penanjakan I.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, umumnya ada dua hal yang diburu wisatawan di tempat ini. Yakni momen matahari terbit  dan penampakan Bromo ketika mengeluarkan asap yang mengepul dari kawahnya.

"Dua hal tersebut sangat diminati wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Mereka yang datang sudah lengkap dengan 'senjata' masing-masing. Minimal sudah siap dengan kamera handphone," ujarnya, Rabu (17/7).

Baca juga:

Upacara Adat Suku Tengger di Bromo, Menarik Bagi Wisatawan 

Khofifah Ungkap Rencana Bangun Kereta Gantung di Gunung Bromo 

Rata-rata, wisatawan yang datang ke View Point atau Penanjakan I tak ingin melewatkan momen terbaik sedetik pun. Tak heran, mereka sudah mendatangi lokasi mulai pukul 02.00 dini hari. Lokasi yang cukup jauh dan akses yang lumayan ekstrem, memaksa mereka menggunakan jasa ojek atau menyewa Jeep jika datang rombongan.

Sampai di lokasi, suasana masih sangat gelap. Atau remang-remang jika bulan masih bersinar. Sambil menunggu pagi, pengunjung bisa duduk-duduk di tribun yang disiapkan pengelola. Ada pula yang langsung mencari titik ideal dan standby di situ hingga matahari terbit. Yang pasti, pengunjung wajib mengenakan jaket tebal, sarung tangan, masker dan penutup kepala karena suhu udara sangat dingin.

"Suhu udara bisa sampai 6 derajat. Benar-benar dingin. Bahkan yang sudah memakai jaket pun bisa tetap menggigil. Tapi pengunjung tak perlu khawatir. Banyak juga yang menyewakan jaket tebal sebagai pelapis, dan juga selimut untuk menghalau dingin," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Sinarto.

Sekitar pukul 05.00, langit di ufuk timur mulai berubah semburat kekuningan. Makin lama makin terang, dan wisatawan mulai aktif memainkan kameranya. Setengah jam kemudian, fokus wisatawan mulai terbelah. Sebagian tak lagi menikmati sunrise, tetapi bergeser ke arah barat untuk menyaksikan kemunculan Gunung Bromo yang berasap di antara Gunung Batok dan Semeru.

"Hampir setiap hari, View Point dipadati wisatawan. Jumlahnya bisa seribuan lebih. Bahkan jika weekend, pengunjung lebih banyak lagi. Padat sekali," ungkapnya.

Simak juga video menarik berikut


RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Yasserina Rawie
Reporter
Yasserina Rawie

KULINER