Riuhnya Balap Kuda, Roda Sapi dan Gerobak Kuda Di Gorontalo

Lomba balap kuda yang dilaksanakan di Yosonegoro sanghat diminati pengunjung dan wisatawan. (Foto Afrian Kartono)
Lomba balap kuda yang dilaksanakan di Yosonegoro sanghat diminati pengunjung dan wisatawan. (Foto Afrian Kartono)

GenPI.co  – Puluhan pasang sapi menanti giliran untuk dipacu di lintasan rumput Kelurahan Desa Yosonegoro Kecamatan Limboto Barat Kabupaten Gorontalo, dalam gelaran lomba.

Sebagian sapi tengah diberi minuman jamu, juga telur ayam yang dicampur ramuan agar tenaga sapi spontan saat dibeber di jalur lintasan.

Demikian juga kuda-kuda tunggang yang besar dan tinggi bersiap menanti giliran di belakang gelanggang ini. Sementara di arena hiruk pikuk suara masyarakat menyoraki jagonya yang sedang berlaga.

Para joki yang umumnya petani ini sangat berani, bahkan saat memacu pasangan sapi yang menarik roda (gerobak), sang joki tengah asyik menggigit salah satu ekor sapi sementara tangannya mencambuk pantat sapi sebelahnya. Dan spontan sepasang sapi ini melejit saling mendahului di lintasan berumput.

Saat ini tengah digelar lomba balap kuda, balap roda sapi dan balap gerobak kuda. Kegiatan bagian paling dinanti oleh wisatawan dan masyarakat saat Festival Gebyar Ketupat di desa ini.

Tradisi lomba ini adalah lebiasaan masyarakat Jawa Tondano (Jaton) dalam meramaikan lebaran ketupat. Mereka yang menjuarai akan mendapatkan hadiah seekor sapi, ini penghargaan yang disukai para petani, sementara sapi atau kuda yang menang harganya akan melejit naik.

Perlombaan yang dibuka Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba ini terbuka untuk masyarakat se-Sulawesi. Penyelenggaranya adalah Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo untuk memeriahkan Festival Gebyar Ketupat, Rabu (12/6/2019).

Darda Daraba mengatakan, Lomba ini merupakan tradisi masyarakat Gorontalo dalam merayakan hari ketupat. Kegiatan tersebut sudah menjadi agenda rutin tahunan Pemerintah Provinsi Gorontalo, yang bertujuan untuk melestarikan budaya dan memberikan hiburan kepada masyarakat yang merayakan ketupat, serta sebagai wadah promosi pariwisata daerah.

“Pelaksanaan lomba pacuan kuda, kuda gerobak, dan balap roda sapi merupakan tradisi masyarakat Yosonegoro setiap tahun. Maka tidak salah apabila pelaksanaan event ini bisa menunjang promosi pariwisata daerah yang akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat dengan banyaknya pengunjung dari luar Gorontalo yang datang menyaksikan kejuaraan ini,” ujar Darda Daraba.

Baca juga:

Dahsyatnya Bakdo Kupat Gorontalo, Kumpulkan Keluarga Berserak

Bahari Racing, Adu Cepat Perahu Ketinting di Teluk Tomini

Darda Daraba juga menyampaikan, kegiatan ini bisa memberikan kontribusi positif bagi mereka yang memiliki hobi dan bakat dalam berkuda, sekaligus menjadi ajang pembinaan olahraga berkuda bagi masyarakat Gorontalo.

“Saya berharap, olahraga berkuda bisa mengharumkan Provinsi Gorontalo di tingkat nasional, serta tradisi lomba kuda gerobak yang mengandalkan kuda lokal dan karapan sapi yang mengandalkan sapi ternak lokal dapat terjaga hingga nantinya tontonan seperti ini bisa dinikmati oleh anak cucu kita,” harapnya.

Lomba yang akan berlangsung selama tiga hari tersebut dari tanggal 12 hingga 14 Juni, diikuti 35 ekor kuda pacu dan 39 kuda gerobak. Sedangkan untuk karapan sapi diikuti oleh 44 pasang sapi. Pemenang lomba akan menerima trofi Gubernur Gorontalo dan sejumlah bonus yang telah disiapkan panitia pelaksana.


Simak juga video ini:


Redaktur: Maulin Nastria

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Mia Kamila
Reporter
Mia Kamila

KULINER