Hari Bumi, Pameran Sampah Hasil Rampasan Dian Sastro Resmi Dibuka

Pameran bertajuk 'Laut Kita' yang menyajikan sampah plastik resmi dibuka di Plaza Indonesia, Jakarta (Sumber foto: GenPI.co/ Mia)
Pameran bertajuk 'Laut Kita' yang menyajikan sampah plastik resmi dibuka di Plaza Indonesia, Jakarta (Sumber foto: GenPI.co/ Mia)

GenPI.co — Masih di momen Hari Bumi, sebuah etalase seni yang berada di Lantai dua Plaza Indonesia menyajikan beragam sampah plastik yang dikemas menjadi sebuah karya seni. Pameran ini resmi dibuka untuk memberikan sebuah edukasi bagi masyarakat mengenai sampah plastik, Senin, (22/4).

Pameran yang bertajuk ‘Laut Kita’ ini menyajikan sampah plastik, botol hingga sedotan plastik. Secara langsung, penyajian sampah pada pameran tersebut memberikan gambaran pada kita semua bahwa banyak sekali sampah yang ada di sekitar kita. 

Baca juga: Hari Bumi, Yuk Kurangi Sampah Makanan

Sampah-sampah yang ada di pameran yang dibuka pada Hari Bumi ini berasal dari pantai, lingkungan sekitar, bahkan dari aksi rampas plastik yang dilakukan oleh Dian Sastro pada saat Car Free Day dan mendapatkan sekitar 1.000 plastik lalu digabungkan dengan sampah plastik lainnya.  

Ide dari pameran ini berawal dari sebuah pengalaman Felix Tjahyadi, konseptor laut kita mengatakan bahwa, "Berangkat dari koleksi kemarau 2019, inspirasi dari laut, lalu dihubungkan dengan kondisi laut saat ini yang keindahannya sedang terancam. Maka dibuatlah pameran ini sebagai awarness untuk mengajak teman-teman sekalian peduli akan kondisi laut saat ini."

Baca juga: Hari Bumi, Mari Menjaga Bumi dan Spesies

"Mengangkat eksperience saya sendiri saat belajar ulang tentang bahaya plastik terhadap diri kita," imbuhnya. 

Seperti halnya yang Founder dan Creative Director, Sejauh Mata Memandang, Chitra Subyakto pun mengatakah bahwa pemeran in tidak hanya memamerkan sebuah koleksi musim kemarau dari Sejauh Mata Memandang. Tetapi, di Hari Bumi ini juga mengaitkan dengan kondisi laut yang sedang terancam saat ini. 

"Banyak sekali yang diberikan kepada ibu pertiwi kepada kita terutama yang berasal dari laut, sudah saatnya menyanyangi bumi kita dan berbuat sesuatu," paparnya.

Reporter: Mia Kamila

Redaktur: Maulin Nastria

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Landy Primasiwi
Reporter
Landy Primasiwi

KULINER