PKK Gorontalo Fasilitasi Suku Terasing Polahi yang Ingin Sekolah

Warga Polahi yang hidup di hutan belantara Gorontalo (Foto: Marahalim Siagian)
Warga Polahi yang hidup di hutan belantara Gorontalo (Foto: Marahalim Siagian)

GenPI.co – Masyarakat Polahi yang hidup terasing di tengah hutan belantara mendapat perhatian Tim Penggerak PKK Kabupaten Gorontalo.

Orang Polahi ini merupakan suku Gorontalo yang hidup mengasingkan diri di tengah hutan sejak ratusan tahun lalu. Mereka hidup dalam kelompok-kelompok kecil di hutan dengan mengandalkan sumber daya alam di sekitar dengan mendirikan rumah yang sederhana.

Kondisi yang serba terbatas ini membuat PKK Kabupaten Gorontalo memikirkan masa depan mereka, terutama anak-anak yang tidak sekolah. Salah satu layanan yang direncanakan untuk diberikan kepada orang polahi ini adalah pendidikan.

Tim penggerak PKK akan menggandeng Dinas Pendidikan Dan Kebudyaan mencari formulasi layanan pendidikan kepada warga yang sudah bertahun-tahun tinggal di hutan ini.

“Masyarakat Polahi adalah warga Gorontalo juga, kami akan fasilitasi untuk dapat mengakses pendidikan formal. Kami mendengar kabar ada warga Polahi yang ingin sekolah  dan membuka diri bisa bergabung dengan masyarakat pada umumnya,” kata Ketua PKK Kabupaten Gorontalo, Fory Naway, Selasa (25/6).

Baca juga:

Ini Suku-suku Unik di Indonesia

Gorontalo Jalin Kerja Sama Layanan Publik Dengan New Zaeland 

Penumpang Wanita Dianggap Menganggu, Pesawat Dikawal Jet Tempur 

Diakuinya tidak mudah memberikan layanan pendidikan kepada warga Polahi ini, namun layanan pendidikan harus bisa menjangkau mereka di pinggir desa yang berbatasan dengan hutan. Seberapa pun masyarakat polahi yang mau ke sekolah akan diterimanya.

 “Insyaallah, kami bertekad untuk menuntaskan baca-tulis bagi mereka dengan menggandeng Diknas dan tenaga pengajar lain,” ujar Fory Naway.

Fory Naway yang juga Bunda PAUD Kabupaten Gorontalo ini mengatakan, intervensi layanan pendidikan ini akan melibatkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat atau PKBM terdekat, termauk mendayagunakan tenaga pengajar yang terdekat dengan lokasi warga polahi tinggal tinggal.

Fory Naway menuturkan para tenaga pengajar terdekat ini akan dilatih sehingga tidak perlu mengambil tenaga dari luar daerah.

“Kami juga kerja sama dengan sekolah terdekat sehingga warga Polahi bisa menerima pelajaran secara formal,“ kata Fory Naway.

Simak juga video menarik


RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Hafid Arsyid
Reporter
Hafid Arsyid

KULINER