Kopaja - Metromini, Detik ke Detik Menanti Berakhirnya Eksistensi

Metromini dan Kopaja semakin tergerus masa, digantikan moda transportasi lain yang lebih canggih
Metromini dan Kopaja semakin tergerus masa, digantikan moda transportasi lain yang lebih canggih

GenPI.co - Ratusan armada bus Metromini dan Kopaja hingga kini masih melayani trayek lama mereka. Meski di tengah operasinya sedikit penumpang  menjalankan setiap ritnya.

Padahal tahun 2019 ini izin mereka sudah dicabut. Namun armada yang masih memiliki izin KIR masih diperbolehkan masih beroperasi.

Di tengah kondisi yang memojokkan Metromini di ujung jurang eksistensinya, beberapa orang masih setia dan mau menumpang Metromini menuju tempat yang akan dituju. Memang tidak seramai dahulu, tapi setidaknya masih ada 3-5 orang menumpang sekali bus tersebut jalan.

Baca juga :

Duh, Bocah Takbir Idul Fitri di Atas Busway Tergencet Terowongan! 

Bus TransJakarta Siap Angkut Pencari Suaka yang Berunjuk Rasa 

Tol Trans Jawa Buka Potensi Pariwisata 

Diantara ratusan armada Metromini adalah trayek jurusan Pasar Minggu - Blok M dan Ciledug - Blok M dan Kopaja Kampung Rambutan - Blok M. Hinga saat ini kedua trayek tersebut masih beroperasi seperti biasa, 

Salah satunya adalah Bapak Adi (64) pengemudi yang hingga saat ini masih bertahan mengemudikan Metromini 69 jurusan Ciledug - Blok M. Ia mengaku kondisi saat ini berbeda dengan dulu di awal tahun 2000.

“Kalau dulu masih enak mencari nafkah di bidang ini, tapi kalau sekarang Kami sudah kalah dengan moda tranportasi lain. Kami masih bertahan karena masih ada warga Jakarta mengandalkan moda transportasi ini,” ujar Adi saat ditemui di terminal Blok M Jakarta Selatan.

Meski tergerus dengan perkembangan zaman, Metromini dan Kopaja mash diandalkan oleh sebagian warga. Terutama bagi warga yang menjalankan aktivitas usahanya di waktu pagi buta.

“Kalau Trans Jakarta tidak bisa melayani warga yang membawa barang muatan yang banyak. Tapi kalo Meromini dan Kopaja membebaskan penumpangnya membawa barang muatan yang banyak Dengan tarif yang sangat terjangkau. Selain itu para penumpang dibebaskan untuk makan atau minum di dalam bus,” lugas Adi.

Umumnya para pengemudi kecewa dengan Organda DKI yang tidak bisa mempertahankan eksistensi keberadaan Metromini dan Kopaja di Jakarta. Dirinya belum merencanakan profesi lain,setelah masa KIR bus yang dikemudikannya berakhir.

“Saya belum tahu, setelah KIR bus yang saya bawa ini habis saya mau kerja apa. Saya juga kasihan dengan pemilik bus ini, nantinya mau diapakan unit busnya,” ujarnya lagi. 


Tonton lagi :



Reporter : Winento

Redaktur : Ardini Maharani Dwi Setyarini

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Hafid Arsyid
Reporter
Hafid Arsyid

KULINER