Stories: Share your traveling moment!

Nikmati Bohito Presso dan Bohito Fruty Khas Gorontalo

 Bohito Presso dan Bohito Fruty minuman khas Gorontalo. (Foto: Rosyid Azhar)
Bohito Presso dan Bohito Fruty minuman khas Gorontalo. (Foto: Rosyid Azhar)

Bohito atau air nira segar, minuman alami berasal dari pohon aren khas bagi petani di Gorontalo. Tidak banyak bohito yang disajikan dengan sedikit sentuhan pengolahan, namun bagi Jemi Monoarfa, penggiat pertanian di Gorontalo, air nira ini adalah pundi-pundi rupiah yang mengalir sepanjang hari.

“Kami minta petani bohito untuk memanen sebelum matahari terbit, ini untuk menjaga kualitasnya,” kata Jemi Monoarfa pada GenPI.co, Jumat (11/1).

Air nira yang ditampung dalam tabung bambu ini kemudian segera diantar di kedainya. Jemi Monoarfa kemudian merebusnya hingga mendidih. Ini yang membedakan dengan petani bohito lainnya yang langsung mengonsumsi bohito segar setelah diturunkan dari pohon aren.

Dari 5 liter, ia biasanya mendapatkan 2,5 liter dari air nira yang direbusnya. Sebagian menguap atau dibuang karena masih bercampur dengan kotoran. Usai direbus, bohito disaring dan didiamkan hingga suhunya normal. Setelah itu disimpan dalam lemari pendingin. “Bisa disajikan dingin, bisa juga dicampur dengan kopi, namanya bohito presso,” kata Jemi.

Jangan ditanya bagaimana rasanya, sedang bohito tanpa campuran saja memiliki cita rasa yang nikmat, apalagi jika ditambahkan dengan kopi. Ini sangat memikat para penyuka minuman tradisional. Tidak hanya itu, Jemi  juga menyajikan bohitonya dengan campuran kembang telang (Clitoria ternatea). Sajian ini diberi nama Bohito Fruity.

Kembang telang adalah tumbuhan merambat suku polong-polongan yang memiliki bunga berwarna ungu. Biasanya warga ungu bunganya dimanfaatkan warga sebagai pewarna alami untuk kue. Jemi menjelaskan, bunga kembang telang ini mengandung  senyawa kimia berupa fenol, delphirridin, triglucoside, alkaloid, flavonoid, saponin, sulfur, dan ca-oksalat.

“kalau orang kampung, bunga ini dipakai untuk pengobatan mata agar meningkatkan daya penglihatan,” jelas Jemi.

Campuran bohito dan ekstrak kembang telang ini mengasilkan warna putih di bagian bawah botol, dan ungu pada bagian atas. Sajian ini sangat memikat dan enak dinikmati saat masih dingin. Manfaat lain adalah pengobatan bisul, masalah pendengaran,  batuk dan banyak manfaat lainnya.

Mau mencoba? Ayo datang ke Gorontalo.

Redaktur: Cahaya



RELATED NEWS