Stories: Share your traveling moment!

Lempeng Sagu, Pizza Melayu Terlaris di Pasar Warisan

Lempeng Sagu atau biasa disbut pizza melayu. (Foto: Milyawati)
Lempeng Sagu atau biasa disbut pizza melayu. (Foto: Milyawati)

Pulau Penyengat merupakan salah satu objek wisata di Kepulauan Riau. Di pulau ini terdapat berbagai peninggalan bersejarah yang di antaranya adalah Masjid Raya Sultan Riau. Kini di pulau ini terdapat ikon pariwisata baru, yaitu pasar warisan. Menawarkan berbagai kuliner nusantara. 

Salah satu makanan terlaris yang diminati pengunjung adalah lempeng sagu. Dengan harga tujuh keton saja sudah bisa menikmati jajajan khas melayu ini. Uang keton merupakan sebagai alat tukar pada zaman kerajaan Melayu. Para pengunjung bisa menukarkan uang rupiah ke duit Keton di tempat penukaran. Letaknya tidak jauh dari pintu masuk.

“Ini makanan terlaris di pasar warisan. Cuma di jual disini. Kalo di tempat lain gak ada,” ujar Khamarul, anggota Komunitas GenPI Tanjungpinang, Senin (14/1).

Baca juga: Kepri Siapkan Skenario Wujudkan Target 3,5 Juta Wisman

Cemilan khas masyarakat melayu ini terbuat dari tepung sagu, kelapa parut dan air garam. Cara membuatnya cukup mudah. Semua bahan dimasak di dalam kuali panas, lalu di lempengkan alias di pipihkan dengan cara ditekan. Masak hingga semua bahan tadi menyatu.

Defiansyah, penjual lempeng sagu mengatakan biasanya membuat porsi besar kalau dirumah. Tapi, karena untuk dijual, ia membuat ukuran yang lebih kecil dan pas untuk pengunjung yang ingin mencicipi.

Sajian satu ini terasa nikmat saat menyantapnya bersama asam pedas. Rasa lempeng yang khas dengan aroma kelapa dicelup dengan kuah asam pedas, teras lezat dan pecah dimulut.

“Ambil dikit lempengnya. Disobek. Terus dicocol pake asam pedasnya.” tutur Khamarul, saat mencontohkan cara makan lempeng sagu.

Pasar warisan terletak di Bukit Kursi Pulau Penyengat sekitar 300 meter dari pelabuhan. Buka di hari minggu. Ini bisa menjadi salah satu destinasi pilihan diakhir pekan yang ingin berwisata kuliner dan juga berziarah ketempat bersejarah masyarakat melayu.

Redaktur: Cahaya



RELATED NEWS