Stories: Share your traveling moment!

Orang Kamboja Rupanya Suka Masakan Indonesia, Restoran ini Buktinya

Restoran Sumatra di Kamboja. (Foto: Istimewa)
Restoran Sumatra di Kamboja. (Foto: Istimewa)

Adalah Ian Mok seorang warga Kamboja yang menetap di Australia dan bekerja sebagai juru masak roti sejak 1984.  Saat dia mendapatkan kesempatan untuk membuka restorannya sendiri, ia tidak membuka restoran makanan Kamboja, melainkan menyajikan makanan Indonesia.

Restorannya itu ia namai Pondok Rempah. Beroperasi sejak Juni 2016 silam di Merlbourne.

“Saya suka makanan Indonesia,” ujarnya kepada goodfood.com.au. “Dan saya punya ketertarikan kepada makanan halal,” lanjutnya lagi.

Ian Mok bukanlah satu-satunya warga kamboja yang menyukai makanan Indonesia. Restoran Sumatera di Phnom Penh menjadi saksi bagaimana warga Kamboja menggemari masakan Indonesia.

Berdiri sejak tahun 2009 oleh Markus Dwinanta, seorang Chef asal Yogyakarta, restoran Sumatra terletak di 67, street 123 Sangkat Toul Tum Poung, Phnom Penh. Namanya mengacu pada lagu yang sangat populer di Kamboja berjudul Leahaey Sumatera

Lagu ini berkisah tentang seorang pria Kamboja yang pergi ke Sumatera dan jatuh cinta dengan perempuan setempat. Namun tidak jadi menikah dan dia kembali ke Kamboja.  Leahaey Sumatra sendiri berarti Selamat tinggal Sumatra.

Walau dinamai “Sumatra”, namun restoran yang kerap dikunjungi oleh staff kedutaan RI di Phnom Penh ini menyajikan masakan nusantara seperti Sate, rendang, dan terong balado. Restoran Sumatra bukan hanya dikunjungi oleh warga Indonesia. Turis asing yang sedang berada di Kamboja juga menggemari makanan Indonesia di restoran Sumatra karena dianggap lebih pas di lidah mereka.

Itu adalah sekelumit kisah kepopuleran kuliner nusantara di dunia. Tak mengherankan bila tiga masakan Indonesia memuncaki daftat 50 makanan terlezat di dunia versi pembaca CNN. Ada sate di urutan empat belas, nasi goreng di urutan kedua, dan rendang di urutan pertama.

Reporter: Robby Sunata

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P



RELATED NEWS

KULINER

My Trip Story

Oleh:
Anggi Agustiani
Reporter