Gandeng E-Commerce, Strategi PT Pos Indonesia untuk Gaet Milenial

Wakil Kepala Bidang Bisnis kantor pos Jakarta Pusat, Muhammad Basori.
Wakil Kepala Bidang Bisnis kantor pos Jakarta Pusat, Muhammad Basori.

Seiring ketatnya persaingan di era teknologi digital, menjadi cambuk bagi PT Pos Indonesia untuk tetap bertahan. Bisnis Pos yang dulunya hanya melayani pengiriman surat dan uang (wesel), saat ini pun merambah ke dalam lini e-commerce (layanan jual beli online).

Wakil Kepala Bidang Bisnis kantor pos Jakarta Pusat, Muhammad Basori mengatakan pengiriman surat dan barang saat ini sudah berganti ke era e-commerce. Menyikapi perubahan teknologi ini, PT Pos bekerja sama dengan berbagai marketplace agar bisa menjadi pilihan jasa pengiriman barang secara online.

“Kalau untuk dunia e-commerce kita sudah berkerja sama dengan beberapa marketplace baik sifatnya B2C (Bussiness to Costumer) maupun C2C (Costumer to Costumer). B2C itu contohnya seperti Lazada, Blibli.com, yang terakhir JD.di,” ujar Basori kepada GenPI di Gedung Pos, Jakarta Pusat, Kamis (14/3).

Fasilitas B2C, lanjut Basori sifatnya mereka (marketplace) yang mengelola work house layanan paket atau barang. Selanjutnya PT. Pos yang akan melakukan pengiriman barang ynh dibeli online tersebut hingga sampai di tangan pembeli atau supplier. 

Sementara fitur C2C, prosesnya menjalin kerjasama dengan marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, sebagai mitra seller. “Kita juga menjembatani bahwa seller-seller mereka bisa melakukan pengiriman melalui loket-loket kantor pos,” tambahnya.

Dalam kerjasama lain, PT Pos Indonesia juga mempermudah proses pengembalian barang bagi konsumen Lazada Indonesia. Konsumen cukup mengisi form retur online yang tersedia di situs Lazada, datang ke kantor pos dengan membawa barang yang akan diretur.

Tak hanya itu, PT Pos kini juga berkerja sama dengan Blibli.com sebagai central layanan pelanggan dari marketplace tersebut. “Selama ini kita kerjasama dengan Blibli dengan menempatkan yang namanya Blibli app post. Yakni semacam mesin aplikasi jual beli barang yang ditempatkan di kantor pos itu bisa memudahkan masyarakat,” terang Basori.

Lebih lanjut Basori menambahkan, jauh sebelum itu, dulu saat era internet mencuat pada awal tahun 2000-an, PT Pos sudah mengembangkan sebuah provider pertama di Indonesia dengan nama Wasantaranet. Lewat provider tersebut pelanggan dengan mudah mengakses sistem informasi digital dengan mobile phone. 

“Semua KPC kita di seluruh Indonesia itu semua udah terintergrasi dengan backbond internet tersebut baik untuk pengiriman surat barang kita menggunakan yang nama nya i-post (intergrited postal system) maupun layanan pos,” tutupnya.

Reporter: Hafid Arsyid

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Landy Primasiwi
Reporter
Landy Primasiwi

KULINER