Dewan Pers Kecam Pelaku Kekerasan Terhadap Wartawan 

01 Oktober 2019 20:15

GenPI.co - Dewan Pers mengecam tindakan kekerasan dan intimidasi terhadap wartawan yang meliput unjuk rasa oleh aparat keamanan selama kegiatan unjuk rasa terhadap penolakan RKUHP di beberapa kota.

"Kami mengecam tindakan kekerasan terhadap wartawan saat meliput unjuk rasa penolakan RKUHP," ujarnya dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (1/10).

BACA JUGA: 

Polisi Tembakkan Gas Air Mata ke Pedemo di Depan Gedung DPR

Massa Pedemo Bakar Pos Polisi Atma Jaya di Semanggi

Dewan Pers juga prihatin dan menyesalkan pemberitaan yang menimbulkan keresahan dalam masyarakat serta berpotensi meningkatkan eskalasi konflik terkait peristiwa kekerasan yang terjadi di berbagai wilayah, khususnya di Wamena.

Terkait hal tersebut di atas, Dewan Pers mengingatkan bahwa Kerja Jurnalistik dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. 

Dewan Pers juga Mendesak Polri menindak tegas aparat keamanan yang terlibat dalam penghalangan, kekerasan, intimidasi dan penganiayaan terhadap wartawan untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Dewan Pers juga meminta kepada wartawan yang mengalami kekerasan segera membuat laporan kepada perusahaan pers dan kepolisian dalam waktu 24 jam.

Seperti diketahui, aksi unjuk rasa penolakan RKUHP dan UU KPK di beberapa kota terlibat bentrok dengan apara kepolisian. Dalam bentrokan tersebut, tak hanya dari mahasiswa yang menjadi korban. Para jurnalis yang meliput demo juga menjadi korban kekerasan aparat keamanan.  

Tonton! Pasal-pasal kontroversial RUU KUHP:

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Cahaya

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co