Cerita Ridwan Kamil Merancang Monumen Soekarno di Aljazair

17 Juni 2020 14:35

GenPI.co - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menceritakan perancangan dan pembangunan Monumen Soekarno di Aljir, Aljazair.

Pria yang disapa Emil ini menginisiasi dan merancang monumen tersebut untuk menghormati Presiden Soekarno.

BACA JUGARidwan Kamil Sebut New Normal Bukan Pelonggaran, Tapi...

Menurut Emil, awalnya ia berdiskusi dengan Duta Besar Indonesia untuk Aljazair, Safira Machrusah soal inisiasi penghormatan kepada Soekarno di Aljazair.

Hal tersebut karena Aljazair sangat menghormati dan menghargai jasa Soekarno di negaranya. 

“Aljazair punya kemiripan rasa hormat ke Bung Karno, bahkan lebih (dari negara lain). Sehingga dalam diskusi awal-awal disampaikan bagaimana kalau kita membuat inisiatif yang sama di Aljazair, tapi jangan hanya nama jalan seperti di Mesir, melainkan sebuah monumen,” ujarnya di Gedung Pakuan.

Setelah berdiskusi, Emil berkunjung ke Aljazair untuk menemui Gubernur Aljir. Dalam kunjungan tersebut, ia mendapat persetujuan Gubernur Aljir untuk membangun Monomen Soekarno. 

“Saya bilang, kalau Pak Gubernur (Aljir) mengizinkan, bolehkah bapak proklamasi kami yang menginspirasi Asia Afrika, bapak sediakan sebuah tempat, nanti semuanya saya urus, dan langsung disetujui,” tutur Emil.

Gubernur Aljir menyediakan lahan yang berada di pusat kota untuk membangun Monumen Soekarno. Monumen didesain setengah lingkaran berbentuk bulan sabit dengan lima lingkaran. Kemudian, di tengahnya, berdiri patung Soekarno yang menghadap ke dua sisi. 

“Ada bulan sabit sebagai lambang Aljazair. Ada lima lingkaran sebagai simbol Pancasila, simbol falsafahnya orang Indonesia. Di tengahnya, itulah sosok Bung Karno kita bangun,” ucapnya.

Untuk membangun monumen tersebut, Emil berkolaborasi dengan seniman Dolorosa Sinaga.

Gaya seni teranyarnya dinilai sangat tepat karena menunjukkan tampilan yang sama di kedua sisi, sehingga patung Bung Karno akan tampak sedang menyapa pengguna jalan dari kedua arah.

“Setelah itu saya menghubungi Ibu Dolo untuk merancang bentuk patungnya. Saya pikir gaya seni Ibu Dolo yang baru, dua dimensi tapi tiga dimensi, dari depan sama dari belakang sama. Dengan pilihan ibu Dolo ini menurut saya itu pilihan yang paling genius. Inilah yang menjadi (desain) final,” katanya. 

Emil mengatakan, Monumen Soekarno sudah selesai dibangun. Terdapat sejumlah hambatan selama pembangunan, salah satunya adalah biaya.

Hambatan tersebut dapat diselesaikan setelah PT Pertamina mendanai penuh pembangunan monumen.

Akhirnya, berdirilah patung Bung Karno dengan posisi yang sangat heroik. Teknik seni yang diterapkan juga baru dan secara urban, lanjut Emil, sangat genius karena tampak depan dan belakang tetap menyapa.

"Dikerjakan oleh kontraktor orang-orang indonesia di Afrika, dan difasilitasi luar biasa perjuangan ini oleh ibu Dubes Ini cerita kalau kita kompak dan peduli, semua yang sulit pun berhasil,” ujarnya.

Dubes Indonesia untuk Aljazair, Safira Machrusah mengatakan, bagi Aljazair peristiwa Konferensi Asia Afrika dan Soekarno berkontribusi besar terhadap revolusi Aljazair di tingkat internasional.

Menurut dia, hal tersebut disampaikan langsung oleh mantan Presiden Aljazair, Abdelaziz Bouteflika melalui interview diplomat Aljazair Lakhdar Brahimi.

“Disampaikan dalam wawancara eksklusif bahwa beliau mendengar mantan Presiden Bouteflika itu menyampaikan KAA ini seperti revolusi Aljazair di tingkat internasional,” kata Safira.

Tokoh KAA Bung Karno memang memberikan kontribusi yang luar biasa dan diapresiasi sangat luar biasa oleh Aljazair.

BACA JUGARidwan Kamil Sarankan Pengelola Wisata Jual Tiket via Daring

Monumen Soekarno di Alzajair akan diresmikan pada tanggal 18 Juli 2020 mendatang.
 

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Irwina Istiqomah

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co