GenPI.co - Penyakit stroke masih menjadi penyakit yang paling mematikan di seluruh dunia. Di Indonesia pun penderitanya tergolong tinggi. Dari data yang masuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bekasi, melalui keterangan Direktur Utama Rumah Sakit Siloam Bekasi Timur dr. Ervina, hampir setiap harinya pasien stroke sekitar 20 orang, hanya di Kota Bekasi. Tentu saja angka ini luar biasa mengejutkan. Di sisi lain, hal yang menyejukkan yakni, penderita stroke ternyata bisa sembuh dan mampu kembali beraktifitas, lho. Dengan syarat, mendapat penanganan yang benar.
Hal tersebut diungkapkan oleh nara sumber di acara seminar tentang stroke yang digelar RS Siloam Bekasi Timur di Hotel Santika Mega City, Bekasi, Jumat (3/5). "Intinya semua stroke itu bagaimana penanganan awalnya. Jangan nanti setelah dirujuk, ternyata kondisi pasien sudah stroke lebih dari 6 jam, ini akan sangat sulit,' ungkap nara sumber dr. Rezy Sesareza., Sp.N.
Malah stroke akut pun bisa pulih meski tak 100 persen, namun penderitanya dapat menjalani hidup dengan baik. Semua itu berawal dari satu semangat yakni meningkatkan kesadaran (awareness) pada stroke. "Kejadian Stroke ditengah-tengah masyarakat merupakan suatu kejadian yang harus diberikan tindakan secepat mungkin, dikarenakan serangan Stroke merupakan salah satu penyakit yang paling sering menjadi penyebab kematian, khususnya di Indonesia. Kesadaran akan penyelamatan akan penyakit ini harus ditanamkan seefektif mungkin bagi para medis, terutama rekan-rekan yang berpraktek lebih dekat dengan masyarakat," Imbuh dr. Rezy.
Baca juga :
Astagfirullah, Andre Taulany Hina Nabi Muhammad SAW?
Peneliti Ungkap Garam Berkhasiat Atasi Gejala Stroke
Rezy memberi pesan bahwa stroke amat sangat menghancurkan bila tak tertangani dengan tepat. Dia juga berpesan agar sebelum terjadi, sebaiknya juga memperhatikan rumah sakit mana yang terdekat dan memiliki penanggulangan stroke dengan baik agar bisa tertangani cepat-tepat.
Sementara menurut dr. Alvin Abrar Harahap M.Ked, Sp. BS yakni Stroke berdasarkan WHO adalah Gangguan peredaran darah otak yang bersifat fokal atau global, yang berlangsung cepat, lebih dari 24 jam, dan dapat menyebabkan kematian disebabkan gangguan vaskular. Stroke hemoragik disebabkan oleh perdarahan dalam ruang subaraknoid diantara piamater dan araknoidmater, dimana memiliki gejala 50 persen perdarahan, 70 persen kejang, 15 persen migran, dan tidak respon dengan pemberian terapi defisit neurologik hingga gangguan perilaku dan psikiatri.
"Yang pasti perlu diingat, gaya hidup sehat serta perilaku pasien sendiri amat sangat berpengaruh pada stroke yang dideritanya. Kita harus bisa mengurangi beberapa faktor penyebab stroke seperti merokok, alkohol, makanan manis, barengi dengan olahraga dan aktifitas fisik lainnya," tutur dr. Alvin.
Selain itu diet sehat, kontrol kolesterol dan gula darah amat membantu dalam pencegahan stroke. Dalam keterangan lain, Dirut Siloam Bekasi Timur dr. Ervina menyebutkan, jika masyarakat mulai cerdas untuk bisa memilih rumah sakit berkualitas dengan para medis handal yang mampu memberikan ketepatan tindakan bagi permasalahan mereka. "Nah, ini yang perlu dicermati juga. Carilah RS yang menangani dari hulu sampai hilir sehingga kesehatan kita terkawal dengan baik. Pastikan juga tenaga medisnya handal serta mampu menjadi solusi bagi masalah kesehatan kita," pungkas dr. Ervina lagi.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News